Bela Diri Karate, Membentuk Mental Kuat dan Menyehatkan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER – Olahraga bela diri karate membentuk setiap atlet memiliki mental dan jiwa yang kuat. Sebagai olahraga yang memiliki kemampuan pertahanan diri, bela diri yang satu ini cocok untuk seluruh kalangan usia.

Pelatih olahraga karate, Athallah mengatakan, olahraga karate tidak hanya mengandalkan aspek kekuatan diri seseorang. Namun strategi setiap gerakan memiliki unsur yang dapat memberikan perlindungan diri dari serangan lawan.

Atta saat ditemui Cendana News di wilayah Kelurahan Tegal Boto, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jumat (28/5/2021).- Foto: Iwan Feri Yanto

“Kekuatan seseorang tidak bisa dilihat secara penampilan saja, seperti badan tinggi besar dan berotot. Namun kekuatan itu melalui tahapan training secara utuh. Melalui teknik mengolah diri, maka mengelola kekuatan diri dengan baik akan memunculkan gerakan yang dapat membela diri,” ujar Athallah kepada Cendana News, di wilayah Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jumat (28/5/2021).

Setiap teknik dalam gerakan bela diri karate tidak sepenuhnya harus menggunakan kekuatan diri sendiri. Beberapa teknik dalam gerakan karate yang dapat melumpuhkan lawan ialah melihat peluang.

“Bagi setiap orang yang memiliki fisik kuat, seperti teknik dan cara pengelolaan pernafasannya stabil, tentu sangat bermanfaat. Apalagi jika dirinya mampu bertahan dalam pertandingan. Namun bagi mereka yang masih dalam tahap belajar mengelola pernafasan dengan baik, titik tumpunya mengacu kepada gerakan yang singkat dan cepat. Untuk mematahkan lawan, seperti gerakan teknik mengunci,” ungkapnya.

Menekuni dunia olahraga bela diri karate, Atta panggilan sapaannya menyatakan, bela diri karate merupakan olahraga fisik yang keras. Keras dalam hal ini bukan memiliki makna keras yang cenderung kasar.

“Poin utama sebagai olahragawan bela diri karate yakni setiap atlet harus mampu memiliki mental yang kuat. Karena mental ini mempengaruhi karakter seseorang. Untuk membentuk mental yang kuat, diperlukan proses penempaan diri yang keras,” ujarnya.

Atta menambahkan, sosok seorang atlet olahraga yang kuat bukan mereka yang memenangkan suatu pertandingan. Namun bagaimana mereka mampu bersikap lembut, santun dan tidak merugikan orang lain.

“Setiap teknik gerakan yang terdapat pada olahraga ini, memiliki unsur nilai-nilai kehidupan yang tertuang dalam setiap gerakannya. Seperti membentuk mental yang kuat dan tolong menolong,” cetusnya.

Berlatih olahraga bela diri karate, lanjutnya. sejatinya tidak sulit untuk dilakukan, terutama bagi pemula yang ingin belajar karate.

“Titik tumpu kekuatan seorang atlet karate berada pada area pinggul. Nantinya gerakan lain pada tubuh seseorang akan mengalir dengan sendirinya,” jawabnya.

Abi, salah satu atlet karate mengatakan, olahraga bela diri karate cocok untuk semua kalangan usia. Baik usia anak-anak, remaja, dewasa maupun lansia. Karena karate mengutamakan teknik gerakan sehingga lebih teratur.

“Salah satu yang penting bagi atlet karate, mereka mampu menguasai teknik setiap gerakan. Teknik dari setiap gerakan memiliki kemampuan yang besar, tidak perlu capek harus mengeluarkan tenaga ekstra.

Penguasaan teknik gerakan, selain mampu untuk mempertahankan diri dari serangan, juga mampu membuat badan menjadi sehat. Karena olahraga karate memaksimalkan tubuh bergerak aktif semuanya,” ujarnya.

Lihat juga...