Masa Peniadaan Transportasi di Babel Diperpanjang

PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperpanjang kebijakan peniadaan transportasi antarpulau jalur laut dan udara, guna mengantisipasi potensi penularan dan masuknya varian baru Covid-19 di negeri serumpun sebalai itu.

“Mulai hari ini hingga 31 Mei 2021, kebijakan peniadaan transportasi laut dan udara diberlakukan kembali,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Babel, Andi Budi Prayitno, di Pangkalpinang, Rabu (26/5/2021).

Ia mengatakan, perpanjangan masa berlaku Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri 1442 H, dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadan ini, mengingat dan memperhatikan terjadinya peningkatan kasus positif Covid-19 di hampir semua provinsi di Pulau Sumatra.

“Ini sebagai upaya pengendalian kasus dan deteksi dini terhadap potensi penularan dan masuknya mutasi serta varian baru Covid-19 di Pulau Bangka dan Belitung, yang masih bebas dari varian baru virus Corona itu,” ujarnya.

Selain itu, Satgas Penanganan Covid-19 juga mengimbau dan meminta kepada mereka yang kembali dari libur lebaran dan mudik agar melakukan karantina mandiri sekurang-kurangnya 5 x 24 jam (5 hari) di rumah atau tempat tinggalnya masing-masing, untuk mencegah dan meminimalisasi terjadinya penularan Covid-19 di lingkungan rumah maupun tempat kerja.

“Kami pun tak bosan-bosannya mengimbau dan mengajak pemerintah daerah serta menggarisbawahi, bahwa kesadaran dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan adalah cara paling sederhana dan mudah serta murah agar kita dan orang-orang di sekitar kita tidak terpapar Covid-19,” katanya.

Ia menjelaskan, hari ini orang yang terkonfirmasi Covid-19 menyentuh angka 17.160 orang. Dalam seminggu terakhir orang yang terpapar dan dinyatakan positif Covid-19 sebanyak 1.267 orang. Sementara orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 berjumlah 14 orang.

“Itu artinya orang yang terkonfirmasi Covid-19 pekan ini terus mengalami peningkatan. Lonjakan atau penularan Covid-19 masif masih terjadi, terutama di Kabupaten Bangka, Kota Pangkalpinang, Bangka Barat,Belitung, Bangka Tengah, Bangka Selatan, lalu Belitung Timur,” katanya.

Demikian halnya orang yang meninggal dunia akibat Covid-19, juga naik dibandingkan pekan sebelumnya, di mana lonjakan kasus kematian atau orang meninggal Covid-19 terjadi terutama di Pangkalpinang, Belitung, Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan dan Kabupaten Belitung Timur.

“Terjadinya penularan Covid-19 yang masif dan lonjakan kasus kematian akibat Covid-19 di sejumlah daerah ditengarai disebabkan oleh meningkatnya mobilitas dan kegiatan berkerumun masyarakat di tempat-tempat keramaian dan fasilitas publik, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, tak terkecuali aktivitas keagamaan dan rekreasi/pariwisata, lantaran melalaikan dan mengabaikan atau tidak mengindahkan penerapan Protokol Kesehatan,” katanya.  (Ant)

Lihat juga...