Masjid Al Markaz Makassar Membatasi Jumlah Jamaah Salat Idulfitri

Sejumlah jamaah melaksanakan Salat Tarawih di pelataran Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar, Sulawesi Selatan – Foto Ant

MAKASSAR – Pengurus Masjid Al Markaz Al Islami, akhirnya harus membatasi jumlah jamaah yang bisa mengikuti salat Idulfitri 1442 Hijiriah, demi mencegah terjadinya kerumunan dan penularan COVID-19.

“Kita tetap menyelenggarakan salat Id di Masjid Al Markaz. Pembatasan tetap dilakukan, biasanya menampung 3.000 jamaah kini hanya dibolehkan 1.500 jamaah atau setengahnya saja,” tutur pengurus masjid setempat, Ismun, Rabu (12/5/2021) malam.

Pembatasan jamaah tersebut, sesuai dengan edaran pemerintah. Termasuk anjuran agar tetap mematuhi standar protokol kesehatan. Meski demikian, pihaknya meminta maaf bagi jamaah yang biasanya memadati masjid untuk melaksanakan salat, harus bersabar, mengingat situasi dan kondisi tidak memungkinkan.

Selain itu, pengurus masjid tetap memperketat protokol kesehatan bagi seluruh jamaah yang akan menunaikan salat Id di masjid setempat. “Tetap pembatasan jamaah dan wajib pengaturan jarak, cuci tangan, membawa alat shalat masing-masing dan hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh dan paling penting pakai masker,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, H Khaeroni mengimbau, umat Muslim di Sulsel melaksanakan Salat Idul Fitri di area terbuka, seperti lapangan dan jalan raya khusus bagi zona kuning dan hijau.

Sedangkan untuk zona merah, dianjurkan untuk mengelar Salat Id di rumah masing-masing, demi mencegah penularan COVID-19. Hal itu mengingat kondisi di lingkungan masing masing daerah. “Kalau-pun terpaksa di masjid, saya berharap agar pelaksanaan Salat Id jamaah di dalam hanya 50 persen dan di luar 50 persen. Dan terpenting, tetap patuh protokol kesehatan, jaga jarak, kenakan masker, serta membawa peralatan salat dari rumah masing-masing,” sarannya.

Begitupun untuk acara halal bihalal, tidak disarankan, karena akan menciptakan kerumunan, begitupun open house usai menunaikan salat tidak diperbolehkan demi mencegah penularan. “Kami berharap kiranya semua bisa bekerjasama mencegah penyebaran corona bersama sama, dengan tidak berkumpul dan melaksanakan open house. Untuk pemberi maupun penerima zakar fitrah, diwajibkan taat protokol kesehatan,” tandas Khaeroni.

Berdasarkan data Gugus Tugas COVID-19 Pemprov Sulsel, Rabu (12/5/2021), jumlah pasien terkonfirmasi positif bertambah 11 pasien dari Makasar (8) Kabupaten Gowa (2) dan Pangkep (1), dengan spesimen yang diperiksa 265 sampel. Sehingga total secara akumulasi (hari ke-419) pasien positif sebanyak 61.700 orang.

Sementara pasien sembuh tercatat bertambah tiga orang dengan jumlah akumulasi sebanyak 60.474 orang pasien. Meninggal dunia, tercatat sebanyak 935 orang. Sedangkan untuk tingkat intervensi Rt atau effective reproduction number, di Sulsel berada pada posisi 0,92 atau di bawah 1. (Ant)

Lihat juga...