Masyarakat Jaga Sungai Bedadung dari Kerusakan

Editor: Koko Triarko

JEMBER – Masyarakat di sekitar aliran Sungai Bedadung di Patrang, Jember, Jawa Timur, menjaga kelestarian sungai dengan melarang warga yang hendak mencari ikan di sungai tersebut menggunakan bahan kimia dan racun.

Sundari, warga setempat, mengatakan setiap hari warga yang memancing di bantaran Sungai Bedadung ini cukup ramai. Ia pun tak segan untuk selalu mengimbau agar tidak menggunakan bahan kimia maupun racun ikan.

“Pelarangan menangkap ikan menggunakan bahan kimia bertujuan untuk menjaga ekosistem sungai. Cara menangkap ikan seperti itu akan merusak sungai sebagai tempat ikan. Penggunaan bahan kimia dan racun tidak hanya menyebabkan ikan yang besar mati, namun juga ikan kecil,” ujar Sundari, saat ditemui Patrang, Jember, Rabu(26/5/2021).

Sundari menambahkan, sebelum terjadi banjir besar, imbauan untuk para pemancing agar tetap menjaga ekosistem sungai menggunakan fasilitas papan peringatan.

“Sejak banjir besar yang terjadi beberapa kali, papan peringatan yang dipasang di sepanjang bantaran sungai ikut terbawa arus banjir. Selain itu,  juga pinggiran sungai ikut rusak parah, karena saat terjadinya banjir luapan airnya naik ke permukaan rumah-rumah warga. Namun sejak hilangnya papan peringatan, saya kalau ketemu dengan orang mancing dan masih baru, pasti saya ingatkan hanya boleh menggunakan alat pancing saja,” jelasnya.

Menurut keterangannya, ketersediaan ikan yang ada dialiran Sungai Bedadung juga didukung dengan adanya kegiatan pelepasan bibit ikan, akan populasi ikan bertambah.

“Walaupun sudah dilakukan pelepasan raturan bibit ikan, jangan sampai penangkapan ikan dilakukan secara sembarang untuk mendapat jumlah ikan yang banyak, seperti menggunakan jaring ikan. Tapi, tetap alat yang boleh digunakan hanya pancing saja. Tujuannya, agar regenerasi ikan tetap berkembang terus ke depannya,” ucapnya.

Menurut Sundari, aliran Sungai Bedadung memiliki tempat yang mumpuni. Aliran sungainya normal  dan ketersediaan ikannya banyak.

Soleh, salah satu warga brantas mengatakan, bagi orang yang sering kali datang untuk memancing pasti akan paham terhadap imbauan agar tidak menggunakan bahan kimia atau racun. Ketentuan pelarangan yang berlaku, harapannya untuk tetap dilaksanakan.

“Beruntungnya seluruh masyarakat sadar dan paham betul untuk menjaga kelestarian Sungai Bedadung. Karena bisa saja orang tidak menggunakan bahan kimia di sekitar sini, tetapi bagi masyarakat yang tetap nekat menggunakan bahan kimia bisa saja dilepas di bagian hulunya,” ucapnya.

Lihat juga...