Lebaran CDN

Masyarakat Mandalasari Antusias Sambut Pasar Murah Produk Pertanian

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANDUNG – Di tengah masih melemahnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19, keberadaan pasar murah dinilai merupakan solusi yang cukup baik untuk tetap menjaga pergerakan aktivitas ekonomi.

Seperti yang diinisiasi oleh para pemuda Karang Taruna Desa Mandalasari, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Melalui kegiatan Bazar Produk Pertanian, mereka mendekatkan pasar murah kepada masyarakat.

Roni, Ketua Karang Taruna setempat mengatakan, bahwa kegiatan itu disambut antusias oleh masyarakat dan petani sejak pertama kali dibuka pada dua pekan yang lalu.

“Alhamdulillah lihat pengunjungnya ramai kan senang. Kita tahu kalau harga-harga di pasar itu sekarang lagi mahal karena udah dekat lebaran, jadi wajar saja kalau di sini ramai karena harganya lebih terjangkau,” kata Roni kepada Cendana News, Selasa (4/5/2021) di lokasi Bazar di depan kantor Desa Mandalasari.

Roni menjelaskan, bahwa ide menghadirkan Bazar Produk Pertanian ini didasari oleh masih banyaknya hasil tani masyarakat setempat yang tidak terjual di bandar atau tembus ke pasar tradisional. Atas dasar itulah ia beserta rekan-rekannya pun terpikir untuk menghadirkan pasar murah tersebut.

“Mayoritas penduduk di sini kan petani, jadi kita fasilitasi mereka biar bisa memasarkan secara langsung produknya kepada masyarakat. Sekaligus, menyediakan produk segar berkualitas dengan harga terjangkau,” tandas Roni.

Lebih lanjut, Roni mengatakan, bahwa kegiatan Bazar Produk Pertanian digelar dua hari dalam sepekan, setiap hari Senin dan Selasa, mulai pukul 15.00 sampai pulul 17.30.

“Silakan bagi masyarakat datang dan belanja di sini. Semua jenis sayuran ada, mulai dari cabai, bawang, tomat, wortel, kol, dan masib banyak yang lainnya. Dan yang pasti harganya jauh lebih murah dari di pasar biasa,” ungkap Roni.

Sementara itu, di tempat yang sama, Cecep salah seorang petani yang mengikuti program Bazar Produk Pertanian itu mengaku senang lantaran hasil tani miliknya yang tidak terjual di bandar, bisa tetap terjual di Bazar Produk Pertanian ini.

“Memang yang saya jual ini sayuran yang tidak diambil oleh bandar, tapi bukan berarti kualitasnya buruk, semua masih segar dan memang rata-rata baru diambil dari kebun,” ucap Cecep.

Menurut Cecep, biasanya sewa tempat yang ditetapkan panitia juga sangat murah, satu meja berukuran kecil hanya perlu membayar Rp5.000 per hari. Sementara yang berukuran agak besar harganya Rp10.000.

“Sebandinglah dengan pendapatan kita. Saya jual kol sama tomat saja bisa habis 70 kilogram sekali. Harga kol sekilonya cuma Rp5.000. Alhamdulillah sangat membantu sekalilah Bazar ini, baik untuk kita petani, maupun masyarakat,” pungkas Cecep.

Lihat juga...