Mataram Dukung Operasional Pabrik  Pengolahan Sampah Plastik

MATARAM – Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mendukung beroperasinya pabrik pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar solar ramah lingkungan dengan sistem pirolisis di Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

“Ini memang menjadi konsep pengolahan sampah ke depan sejalan dengan program Pemerintah Provinsi NTB, yakni ‘zero waste’,” kata Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan dan Perekonomian Setda Kota Mataram, H Mahmuddin Tura, di Mataram, Senin (31/5/2021).

Pernyataan itu disampaikan menanggapi peresmian beroperasinya pabrik pengolahan sampah plastik, yang menghasilkan geo disel atau solar setara dexlite dengan standar Euro3, oleh Wakil Gubernur NTB Hj Siti Rohmi Djalilah di Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (29/5).

Namun demikian, lanjut Mahmuddin, sejauh ini belum ada komunikasi apakah sampah plastik dari Kota Mataram yang selama ini dibuang langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok akan diambil dan dialihkan ke lokasi tersebut.

“Pabrik itu baru beroperasi akhir pekan lalu, dan sampai saat ini belum ada komunikasi lanjutan dengan kabupaten/kota lainnya terkait dengan hal itu. Tapi, harapan kita sampah plastik dari Kota Mataram juga bisa diakomodasi,” katanya.

Pada prinsipnya, pemerintah kota secara bertahap juga akan ikut ambil bagian dalam pengolahan sampah menjadi solar.

Selama ini, menurutnya pengolahan sampah plastik di Mataram sudah dilakukan melalui bank sampah, baik yang ada di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) maupun yang ada di kelurahan.

Dalam pelaksanaannya, bank sampah tersebut mengolah sampah plastik menjadi barang-barang bernilai ekonomi tinggi, seperti, tas, hiasan dinding, serta aneka ragam perabot rumah tangga.

“Keberadaan bank sampah selama ini berjalan baik, namun belum maksimal dan masih butuh dukungan dari berbagai pihak, terutama untuk pemasarannya,” katanya.

Mahmuddin menambahkan, volume sampah di Kota Mataram mencapai sekitar 320-340 ton per hari, yang dapat terangkut sekitar 75-80 persen. Sedangkan sisanya ditangani bank sampah melalui kelompok kerja (pokja) dan ada yang ditimbun serta dibakar. (Ant)

Lihat juga...