Mengenali Kondisi Tubuh, Hindari Efek Simpang Vaksinasi

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Munculnya kasus kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), harus bisa mendorong masyarakat dan petugas layanan kesehatan untuk lebih peduli pada kondisi diri sendiri dan kondisi baru yang tidak biasa pada tubuh. Karena kondisi tubuh akan mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menerima vaksin atau penyakit yang masuk ke tubuh.

Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Provinsi DKI Jakarta, dr. Ellen Roostati Sianipar, SpA, menjelaskan bahwa masyarakat berhak untuk mendapatkan penjelasan lengkap terkait vaksin yang akan mereka terima dan semua efek yang mungkin terjadi.

“Masyarakat itu berhak tahu terkait kejadian ikutan atau efek simpang paska tindakan medik yang diduga memiliki korelasi dengan tindakan medik tersebut. Dan pemerintah selalu memantau efek simpang ini, untuk memastikan korelasinya dengan tindakan medik sebelumnya,” kata Ellen dalam dialog online, Jumat (21/5/2021).

Petugas medis memiliki kewajiban untuk menjelaskan terkait KIPI dan apa yang harus dilakukan pasien atau orang penerima tindakan medis jika mengalami gejala yang disampaikan petugas.

“Petugas vaksinasi itu wajib menjelaskan dan juga menyampaikan apa yang harus dilakukan pasien. Biasanya yang terdekat itu datang ke Puskesmas. Atau fasilitas kesehatan yang terdekat lainnya,” ucapnya.

Ia juga meminta peran aktif masyarakat untuk peduli dengan keadaan tubuhnya sendiri.

“Masyarakat juga harus aktif untuk bertanya. Misalnya, calon penerima vaksin memiliki riwayat penyakit a, b atau c. Ya sampaikan ke petugas. Sehingga bisa dilihat apakah bisa atau tidak menerima vaksin,” ucapnya lebih lanjut.

Terutama, bagi pasien yang memang memiliki riwayat penyakit. Misalnya autoimun atau yang baru melakukan pemasangan ring jantung.

“Berdasarkan pustaka, sudah ada peringatan bahwa vaksin AstraZeneca ini berpotensi mempengaruhi darah. Sehingga, kalau yang punya riwayat kelainan darah, wajib berkonsultasi dahulu sebelum melakukan vaksinasi,” kata Ellen lagi.

Ellen meminta masyarakat untuk tidak menjadi panik saat mendengar, membaca atau menerima berita terkait kejadian KIPI.

“Saat menerima seperti ini, sebaiknya masyarakat mengecek kebenaran beritanya. Lalu, konsultasikan dengan tenaga ahli medis atau dengan fasilitas layanan kesehatan. Sehingga bisa mengetahui cerita yang sebenarnya. Kalau memang hoaks, ya jangan diteruskan lagi cerita tersebut,” tandasnya.

Ketua Komnas KIPI Prof Hindra Satari menyampaikan agar masyarakat jangan lalai jika ada keluhan atau gejala.

“Penting untuk diingat. Jika ada gejala langsung hubungi telepon yang diberikan. Petugas pun harus tanggap,” kata Hindra dalam kesempatan terpisah.

Ia meminta masyarakat belajar dari kasus meninggal Buaran Jakarta.

“Intinya jangan ada yang menyepelekan. Petugas tidak boleh lupa memberikan nomor telepon dan menekankan pentingnya penerima vaksin untuk langsung menghubungi. Dan masyarakat juga harus melaporkan jika merasakan ada yang berbeda pada tubuh,” pungkasnya.

Lihat juga...