Menikmati Indahnya Sore di Jembatan Engkong Siroj

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Jembatan gantung Engkong Siroj menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi di akhir pekan. Bisa juga untuk  menikmati suasana alam di area perbatasan antara Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Saat ini, jembatan gantung sebagai penghubung antara Kampung Bojongsari, Jatisari dengan Ciangsana Kabupaten Bogor tersebut, menjadi tempat favorit untuk nongkrong di kala senja dengan menikmati aneka kuliner khas yang disediakan.

Jembatan berwarna pelangi tersebut, tentu memiliki tempat favorit untuk berswafoto. Tanah lapang di sekitarnya juga kerap dijadikan tempat makan bersama keluarga, senam rutin, dan rest area para goweser di saat akhir pekan.

“Saat ini, malam hari juga dibuka dengan protokol kesehatan. Dengan aneka lampu dan tempat yang jauh dari hiruk pikuk, menjadikan tempat yang ada asyik untuk nongkrong. Sambil mendengar suara jangkrik dan aliran air Cikeas,” ungkap Baharuddin Siroj, pengelola kawasan wisata jembatan Engkong Siroj kepada Cendana News, Minggu (30/5/2021).

Baharuddin Siroj, pengelola kawasan wisata jembatan pelangi, saat ditemui Cendana News, Minggu (30/5/2021) – Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, saat ini musala dan tempat kuliner juga terus ditata. Biayanya dari para pengunjung secara sukarela, memberi bantuan untuk pengembangan fasilitas. Karena mereka, selain menikmati suasana alam, juga kerap berziarah di makam sekitar.

Lokasi jembatan pelangi Engkong Siroj, yang tidak jauh dari area pemakaman, menjadikannya sebagai lokasi favorit bagi para peziarah untuk bersantai setelah berkunjung ke makam keluarga.

“Alhamdulillah, sekarang kian maju, dan aneka kuliner mengisi warung yang sengaja disediakan. Bahkan tempat berswafoto terus ditambah di areal lokasi jembatan pelangi Engkong Siroj, selain saung dan tempat duduk untuk bersantai, menikmati suasana alam di sekitar jembatan pelangi,” papar Baharuddin.

Saat ini jelas Baharuddin, setiap Kamis ada kegiatan kebugaran, senam sehat ibu-ibu di lapangan yang ada di sekitar jembatan. Pada malam hari, lanjutnya, lokasi tersebut juga banyak dikunjungi pemuda untuk bersantai, ngopi, bahkan tidak jarang jadi tempat favorit membuat konten video dan foto-foto.

Jembatan pelangi Engkong Siroj memiliki sejarah tersendiri, sebagai jembatan penghubung antara Bojongsari dan Ciangsana yang dilalui Kali Cikeas. Awalnya, jembatan tersebut adalah bambu yang dibuat oleh Engkong Siroj, yang memiliki perkebunan di tepi Kali Cikeas, bagian Kota Bekasi.

Jembatan gantung bergambar pelangi tersebut dibangun pada tahun 1990-an. Dulu hanya jembatan bambu, karena kerap banjir dan dibawa arus air kemudian berubah menjadi jembatan gantung baja, hingga dipercantik dengan warna warni menyerupai pelangi. Akhirnya dikenal sebagai jembatan pelangi Engkong Siroj.

Keluarga Engkong Sirojuddin bin Noang, tokoh masyarakat sekaligus pendiri pondok pesantren Sirojul Munir, yang menetap di dekat jembatan bambu tersebut, terus melakukan pembenahan untuk mengubah jembatan yang terkesan mengerikan.

Kini, jembatan yang dulu hanya sebagai tempat penyeberangan menjelma sebagai kawasan rekreasi yang menyenangkan.

Nama Siroj yang dipilih untuk menjadi nama jembatan tersebut, juga tidak terlepas dari nama jalan menuju lokasi jembatan pelangi itu sendiri, yakni jalan Sirojul Munir yang sekaligus dekat pesantren Sirojul Munir.

Lihat juga...