Menikmati Wisata Susur Sungai Serayu di Banyumas

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Pasca diterjang banjir pada awal tahun 2021 lalu, wisata selusur Sungai Serayu di dermaga Desa Papringan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas mulai melayani wisatawan di libur lebaran kali ini. Meskipun dengan kondisi seadanya, ternyata cukup banyak wisatawan yang datang.

Pengelola dermaga apung di Desa Papringan, Heru mengatakan, akibat banjir banyak bagian dari tempat wisata dermaga apung yang rusak. Mulai dari beberapa gezebo, tempat bermain anak hingga beberapa kandang ternak. Sebetulnya, sampai hari ini lokasi wisata tersebut belum dibuka, namun karena ada pengunjung yang ingin menikmati wisata susur Sungai Serayu dengan naik perahu, maka pihaknya melayani.

“Dermaga apungnya juga sebagian rusak, tetapi sudah dibangun dermaga baru yang lebih kuat dan permanen oleh Dinas Perhubungan (Dinhub) Banyumas, sehingga kita tetap bisa melayani wisata susur Sungai Serayu. Namun, untuk gazebo tempat makan masih banyak yang rusak, sehingga untuk kuliner belum beroperasi sepenuhnya,” katanya, Minggu (16/5/2021).

Dermaga apung di Desa Papringan ini sudah mulai beroperasi melayani wisatawan sejak awal tahun 2020 lalu. Namun perkembangannya belum dapat maksimal, karena kemudian terjadi pandemi Covid-19. Terlebih lagi, pada awal tahun lalu, terjadi banjir yang cukup besar dan merusak lokasi wisata yang terletak di tepi Sungai Serayu tersebut.

Syena Angkasa Raya, wisatawan susur Sungai Serayu di Papringan, Minggu (16/5/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Sebelumnya, untuk menikmati berlayar dengan perahu menyusuri Sungai Serayu sampai ke Desa Kalisube, selama kurang lebih 30 menit, pengunjung dikenakan tarif Rp 10.000 per orang. Namun, karena saat ini belum mulai beroperasi, pengunjung yang datang hanya dikenakan tarif sukarela saja.

Salah satu pengunjung, Syena Angkasa Raya mengatakan, ia datang ke dermaga apung tersebut bersama keluarganya, karena tidak tahu jika demaga apung tersebut tutup. Namun, ternyata pihak pengelola tetap melayani, meskipun dengan fasilitas seadanya.

“Ingin naik perahu sambil menikmati suasana sepanjang Sungai Serayu, tadi sempat khawatir sudah datang jauh-jauh ke Banyumas, tetapi ada tulisan tutup, untungnya kemudian pihak pengelola tetap mau melayani untuk wisata perahu susur Sungai Serayu,” tuturnya.

Mengingat situasi pandemi, jumlah penumpang perahu juga dibatasi karena harus menerapkan social distanching. Dan para penumpang juga diwajibkan untuk mengenakan masker selama perjalanan susur Sungai Serayu.

Meskipun sederhana, namun pengunjung tampak menikmati wisata tersebut. Pemandangan sepanjang Sungai Serayu menjadi daya tarik tersendiri, terlebih sekarang kondisi sungai relatif lebih bersih dari sampah.

Lihat juga...