Mentan: Perguruan Tinggi Harus Jadi Rumah Inovasi Teknologi Kebaruan

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Dengan teknologi terbarukan, perguruan tinggi harus menjadi rumah inovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan para petani. 

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

“Perguruan tinggi harus menjadi rumah inovasi teknologi kebaruan, dan  menerobos tantangan-tantangan termasuk mekanisasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian agar petani dapat bersaing secara global,” ujar Syahrul, pada webinar bertajuk Peningkatan Produktivitas Pertanian melalui Koperasi di Jakarta yang diikuti Cendana News, Senin (31/5/2021).

Karena itu, menurutnya, upaya menggandeng perguruan tinggi terus dilakukan untuk mengawal akselerasi dan pemulihan ekonomi melalui pertanian dan koperasi.

“Mengkonkretkan sinergi mereplikasi inovasi dan teknologi perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan produksi pangan nasional, harus dilakukan dengan basis korporasi. Tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan  petani,” ujar Syahrul.

Menurutnya, salah satu kampus yang banyak inovasi dan teknologi pertanian adalah Institut Pertanian Bogor (IPB).Sehingga sinergi dengan perguruan tinggi  harus dijaga dengan baik dalam peningkatan produktivitas pertanian.

Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan nasional yang berkontribusi memacu pertumbuhan ekonomi dan membuat pertanian semakin diminati generasi milenial.

“Sinergi dengan perguruan tinggi, itu peningkatan produk pertanian dari aspek hilirisasi, pemasaran dan pengkoorporasian dapat diimplementasi dengan nyata,” tukas Syahrul.

Seperti sebuah  teknologi baru, yakni kata dia, dimana pertanaman tidak harus di tanah, tapi di atas air atau danau. Tentu dengan  uji coba terlebih dulu dilakukan oleh perguruan tinggi.

Begitu pula hal pemasaran produksi pertanian, sinergi dengan perguruan tinggu dipastikan jaringannya akan lebih luas.

Karena menurutnya,  produksi pangan tidak hanya untuk ketahanan pangan nasional tapi juga harus dapat diekspor.

“Peningkatan produksi itu harus ada kepastian pasar bagi hasil pertanian petani  berkualitas bagus, diolah dan dikemas menarik hingga produknya bisa tembus pasar global,” tandasnya.

Rektor IPB, Arif Satria menambahkan, pihaknya telah mengembangkan Agribisnis Technology Park (ATP), yang merupakan inovasi teknologi terbarukan yang dihasilkan dapat direplikasi ke masyarakat dan mengkoorporasikan petani.

“ATP adalah satu satu etalase IPB untuk men-support petani lintas kampus dan dapat mengakses pasar modern dengan kualitas pangan yang bagus,” ujar Arif, pada acara yang sama.

Dikatakan dia, keterlibatan perguruan tinggi juga untuk mengkonsolidasikan petani dalam suatu kelembagaan dengan manajemen yang membuat pertanian dan para petaninya maju dan mandiri.

Namun demikian dia menegaskan, bahwa perguruan tinggi yang  melahirkan riset dan inovasi di bidang pertanian harus didukung kebijakan yang kuat termasuk pengembangan pembiayaan, pemasaran dan pengembangan usaha tani.

Lihat juga...