Lebaran CDN

Meski Kondisi Sulit, Atina Tetap Komit Membayar Angsuran Modal Kita

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MALANG — Di tengah banyaknya anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri yang menunggak akibat kondisi pandemi, Atina, warga RW 05 Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Kedungkandang, meskipun dalam kondisi serba kekurangan tetap berkomitmen untuk membayar secara rutin angsuran modal usaha Modal Kita yang diberikan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) melalui koperasi binaannya tersebut. Karena menurutnya selama masih bisa bekerja, ia akan berusaha untuk melunasi setiap pinjaman.

Diakui Atina, pemberian pinjaman modal usaha Modal Kita, sangat membantunya dalam menjalankan usaha bakso. Terlebih dalam situasi saat ini dimana sang suami dalam kondisi sakit dan tidak bisa bekerja.

“Menurut saya pinjaman Modal Kita sangat membantu, apalagi kondisi suami yang saat ini sakit tidak bisa bangun dari tempat tidur. Jadi pinjaman ini bisa melonggarkan kebutuhan, meskipun merupakan hasil uang pinjaman,” terangnya saat ditemui Cendana News, Senin (3/5/2021). Karenanya selama suami masih sakit, saya yang menggantikannya berjualan bakso keliling, tandasnya.

Selama tiga tahun menjadi anggota KUD Suluh Sejahtera Mandiri, Atina telah tiga kali mengajukan pinjaman Modal Kita dengan besaran masing-masing dua juta rupiah. Menurut Atina, ia sebenarnya ingin mengajukan pinjaman lebih banyak agar bisa langsung mengembangkan usaha, tapi ia takut nanti usahanya tidak berjalan lancar dan justru tidak bisa melunasi pinjamannya.

Selain sebagian besar untuk tambahan modal usaha bakso, pinjaman tersebut juga digunakannya untuk kebutuhan suami yang sedang sakit dan juga untuk biaya sekolah dua orang anaknya yang masih duduk dibangku Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Setiap kali mengajukan pinjaman hanya berani pinjam dua juta menyesuaikan kebutuhan. Oleh pengurus sebenarnya ditawari pinjaman lebih dari itu, tapi kan saya melihat kondisi ekonomi kami seperti ini, jadi saya tetap hanya pinjam dua juta tidak banyak-banyak sesuai kebutuhan saja,” tuturnya.

Agar bisa tetap membayar angsuran secara rutin, Atina menyiasatinya dengan selalu menyisihkan uang dari hasil penjualan bakso.

“Alhamdulillah selama ini pembayaran angsurannya lancar karena ada saja rejeki untuk membayar sampai akhirnya bisa lunas,” tandasnya.

Lebih lanjut disampaikan Atina, untuk saat ini selama bulan puasa ia tidak lagi berjualan bakso, melainkan berjualan takjil. Karena menyesuaikan suasana bulan puasa.

“Kalau puasa memang semenatara jual takjil dulu. Nanti selepas Ramadhan baru berjualan bakso lagi,” pungkasnya.

Lihat juga...