Minim Sentimen, IHSG Awal Pekan Diperkirakan Bergerak Datar

JAKARTA — Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan diperkirakan bergerak datar seiring minimnya sentimen.

IHSG dibuka menguat 20,39 poin atau 0,35 persen ke posisi 5.793,51. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 4,13 poin atau 0,48 persen ke posisi 862,46.

“Untuk IHSG pada hari ini kami perkirakan akan bergerak flat, dikarenakan minimnya sentimen untuk penggerak pasar,” tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Pekan ini cukup minim sentimen yang dapat menggerakkan pasar. Investor masih akan memperhatikan penambahan kasus COVID-19 yang diperkirakan akan melonjak setelah libur Lebaran.

Selain itu investor pun akan menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Selasa ini terkait dengan suku bunga, yang masih diproyeksikan untuk tetap di level 3,5 persen.

Pada penutupan pekan lalu (21/5), pasar AS bergerak beragam. Untuk pekan ini, tidak banyak rilis data yang dapat menjadi sentimen penggerak pasar di AS, namun investor global masih mengkhawatirkan lonjakan inflasi di AS dan kenaikan kasus COVID-19 global dikarenakan terdapat beberapa jenis mutasi baru.

Sementara pasar komoditas juga terpantau bergerak variatif. Pada Jumat lalu, harga minyak dan batu bara menguat, namun nikel dan minyak sawit mentah atau CPO terkoreksi.

Dari dalam negeri, terjadi penambahan 5.280 kasus baru COVID-19 pada Minggu (16/5). Sejauh ini telah ditemukan sebanyak 1,77 juta kasus COVID-19 di Indonesia, dengan 1,6 juta di antaranya sembuh (recovery rate 92 persen).

Terkait vaksinasi, sejauh ini 14,8 juta orang di Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19 dan 9,8 juta telah menerima dosis kedua, merefleksikan 8,2 persen dari total target.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 20,27 poin atau 0,07 persen ke 28.338,1, Indeks Hang Seng turun 232,29 poin atau 0,82 persen ke 28.226,15, dan Indeks Straits Times meningkat 13,22 poin atau 0,42 persen ke 3.131,11. [Ant]

Lihat juga...