Mojokerto Mulai Laksanakan PTM

Rapat persiapan pembelajaran tatap muka Pemkab Mojokerto yang dipimpin Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, Rabu (19/5/2021) - foto Ant

MOJOKERTO – Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, sudah menjadwalkan pelaksanaan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah mulai Senin(24/5/2021). Kebijakan tersebut merupakan hasil rapat bersama Dinas Pendidikan dan Satgas COVID-19 setempat.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengataka, PTM dilaksanakan berdasar Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri (Mendikbud, Mendagri, Menkes, Menag), tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi COVID-19.

“Anak-anak bisa masuk sekolah mulai Senin pekan depan. Mereka akan sekolah kurang lebih satu minggu, masuknya cuma tiga hari, karena diatur dalam sistem shifting. Sebentar lagi mereka ujian, lalu libur lagi. Maka awasi terus. Kalau tiga hari itu bagus, ujian di sekolah bisa dilaksanakan,” kata Bupati Ikfina, Rabu (19/5/2021).

Salah satu syarat mutlak, yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan PTM adalah, pendidik dan tenaga kependidikan sudah harus divaksin COVID-19. “Kalau ada pendidik dan tenaga kependidikan belum divaksin karena komorbid dan hamil, tidak diperkenankan terlibat PTM. Namun, bisa ikut yang daring. Karena PTM saat ini bisa dilakukan secara kombinasi atau hybrid (campuran),” kata Bupati Ikfina.

Kepala Dinas Pendidikan Mojokerto, Zainul Arifin mengatakan, secara keseluruhan prosedur PTM yang diatur menjadi dua, yaitu masa transisi dan masa adaptasi (kebiasaan baru dua bulan setelah masa transisi). Pada masa transisi, jenjang Dikdas aturannya antara lain, PTM dimulai setelah PTK sudah divaksin dengan sistem sif, maksimal 50 persen dari jumlah rombongan belajar peserta didik setiap jenjang.

Sif satu dibagi menjadi setengah, yakni rombongan belajar kelas 1-6 atau kelas 7-9, masuk sekolah pada Senin, Rabu dan Jumat, dan belajar di rumah pada Selasa, Kamis dan Sabtu. Selanjutnya, sif dua, dari rombongan belajar kelas 1-6 atau kelas 7-9 masuk sekolah pada Selasa, Kamis dan Sabtu. Dan diteruskan belajar di rumah pada Senin, Rabu dan Jumat.

Guru, lebih fokus pada pembahasan materi pelajaran dan belajar di rumah fokus pada penugasan. Aturan juga menyebut agar memperpendek jam belajar dan menghilangkan jam istirahat, untuk menghindari kerumunan. (Ant)

Lihat juga...