Lebaran CDN

Mufrodi Manfaatkan Objek Wisata Alam Tebar Minat Baca

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Objek wisata di Kabupaten Lampung Timur cukup beragam dan dominan berkonsep alam. Keberadaannya pun dimanfaatkan oleh relawan literasi sebagai lokasi meminjamkan buku, sebagai upaya meningkakan minta baca pada anak.

Mufrodi (71), warga Desa Mataram Baru, Kecamatan Mataram Baru, dikenal sebagai relawan literasi Es Krim Pustaka. Ia berkeliling menebar buku dan menjual es krim. Lokasi menebarkan minat baca pada buku dominan di sejumlah objek wisata. Menjadi relawan sejak 2018 silam, pria yang akrab dipanggil Mbah Buyut ini membawa buku bacaan di gerobak es krim.

Destinasi wisata yang dijadikan lokasi membawa buku, di antaranya Taman Nasional Way Kambas, Pantai Kerang Mas, Gerebeq Ayem. Berbagai jenis buku bacaan dibawa untuk bacaan wisatawan.

Mufrodi, relawan literasi Es Krim Pustaka saat berada di rumah memberi kesempatan anak anak membaca buku di Desa Mataram Baru, Kecamatan Mataram Baru, Lampung Timur, Kamis 29 April 2021. -Dok: CDN

Mufrodi mengaku, pandemi Covid-19 tidak menghalanginya untuk bisa menebarkan buku bacaan. Ia mengaku mendapat semangat dari Ki Hajar Dewantara yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan. Berkeliling membawa buku dengan gerobak es krim, membuat ia ikut mendorong minat baca. Pada 2020, tepatnya bulan Juni, ia pun mendapat bantuan rak pustaka yang bisa diletakkan pada motornya.

“Di sela berjualan es krim di sejumlah objek wisata, saya menyempatkan diri untuk bisa membawa buku, atas kebaikan pegiat literasi lain rak pustaka dari Perpustakaan Nasional memudahkan buku dibawa ke sejumlah destinasi wisata,” terang Mufrodi, saat dihubungi Cendana News, Minggu (2/5/2021).

Korelasi antara destinasi wisata dan pendidikan, sebut Mufrodi sangat erat. Terinspirasi oleh kreativitas masyarakat pedesaan dalam mengelola persawahan, ia bersama warga lain menciptakan destinasi wisata baru. Ia mulai membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gerebeq Ayem, sebuah konsep wisata berbasis sawah. Potensi wisata alam itu dilengkapi akses jalan memadai, saung istirahat, kursi, meja.

Sebagai penggagas, anggota Pokdarwis Gerebeq Ayem, saat ramadan ia tetap bisa menularkan minat baca. Berperan ganda sebagai relawan literasi, anggota pokdarwis sekaligus pedagang es krim dikerjakan dengan penuh semangat. Ia juga membuka perpustakaan di rumahnya dengan rak untuk meletakkan buku bacaan.

“Saat ada anak-anak datang, bisa membaca buku karena istri ada di rumah, saya bisa keliling membawa buku sembari berjualan es krim sebelum puasa,” bebernya.

Saat bulan suci Ramadan, ia tidak bisa berjualan es krim. Namun peran sebagai anggota Pokdarwis tetap dilakukannya. Penamaan objek wisata yang nyaman, adem ayem sesuai dengan kondisi alam pedesaan. Warga yang menyambut waktu berbuka puasa atau ngabuburit bisa mengajak anak-anaknya sembari membaca buku.

Konsep edukatif pada objek wisata Gerebeq Ayem, sebut Mufrodi terus dikembangkan. Sebagai area persawahan petani akan melakukan penanaman bunga refugia. Jenis bunga yang berguna sebagai pengusir hama alami tersebut ditanam di area sawah. Jangka panjang objek wisata alam Gerebeq Ayem menjadi tempat pembelajaran bagi petani dalam penanganan hama terpadu.

“Perkembangan dunia literasi harus bisa ikut mendorong perubahan positif, termasuk untuk memajukan sektor pariwisata,” tuturnya.

Mufrodi yang juga memiliki sertifikat pemandu wisata (tourisme guide) di Taman Nasional Way Kambas, itu mengaku buku bisa membuka wawasan. Namun pergeseran sumber bacaan berupa internet tetap bisa mendorong kemajuan, khususnya wisata. Ia juga mendapat masukan tentang pengelolaan objek wisata dari anak-anak muda untuk menciptakan objek wisata yang unik dan menarik.

Ia mengatakan, objek wisata alam Gerebeq Ayem tetap dikonsep untuk menjadi tempat membaca buku di alam terbuka. Sejumlah saung bambu, kursi dan meja kayu jadi tempat orang tua untuk mengajak anak membaca buku. Saat bulan Ramadan, objek wisata alam yang ada di desanya tersebut menjadi peluang untuk menebarkan literasi. Meski sementara istrirahat berjualan es krim keliling, relawan literasi Es Krim Pustaka itu tetap berkiprah melalui wisata.

Lihat juga...