Mulai 1 Juni, Gorontalo Berlakukan PPKM Mikro

 Penjagaan perbatasan Gorontalo, dalam rangka menekan pergerakan masyarakat untuk mencegah penularan COVID-19 menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021 – foto Ant

GORONTALO – Provinsi Gorontalo, mulai masuk dalam cakupan Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, di 1 Juni 2021.

PPKM Mikro oleh pemerintah pusat diperluas cakupannya dengan menambahkan empat Provinsi, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Barat, serta Gorontalo. Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim, mengatakan hal itu, seusai mengikuti rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, Kamis (27/5/2021).

Menurut Menko Perekonomian, perpanjangan PPKM mikro ini dilihat dari kasus harian COVID-19, yang mengalami kenaikan kasus aktif sekitar 5.000 kasus per hari, dan mengalami penurunan sebelum lebaran. Namun naik kembali pasca lebaran. Hal itu yang menjadi catatan, sehingga dilakukan perpanjangan dan penambahan PPKM Mikro. Penetapan Gorontalo sebagai daerah penerapan PPKM, akan segera ditindak lanjuti dengan bupati dan wali kota.

Kepala BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli Nusi menjelaskan, penerapan PPKM mikro dilakukan dengan pencegahan penularan COVID-19 berbasis RT atau akan difokuskan pada RT, RW, kelurahan, dan desa. Demikian Testing (Pemeriksaan dini), Tracing (Pelacakan), dan Treatment (Perawatan), akan diperankan oleh RT dan satuan tugas (Satgas) lainnya. Tercatat, sejak 3 sampai dengan 26 Mei 2021, jumlah warga yang positif COVID-19 di Gorontalo meningkat sebanyak 44 orang atau 16 persen dari 275 spesimen yang diuji.

Sementara jumlah sembuh 42 orang atau 95 persen, serta meninggal 2 orang. Total warga yang positif sejak awal pandemi hingga 27 Mei 2021 mencapai 5.475 orang, dengan jumlah sembuh 5.248 orang atau 95,8 persen, meninggal 170 orang, dan masih dirawat berjumlah 57 orang. (Ant)

Lihat juga...