Nakes RSUD Cilacap yang Terpapar Covid-19, Bertambah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

CILACAP – Jumlah tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap yang terpapar Covid-19 bertambah. Awalnya pihak RSUD menyatakan ada 32 nakes yang teridentifikasi positif Covid-19 dan hari ini bertambah menjadi 39, setelah hasil swab keluar.

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji mengatakan, pihaknya mengupayakan isolasi mandiri dan isolasi terpusat untuk para nakes. Selain itu, tracing juga terus dilakukan terhadap para kontrak dekat.

“Para nakes ini terpapar Covid-19, setelah melakukan penanganan terhadap 13 ABK Kapal MV Hilma Bulker yang belakangan diketahui positif terkonfirmasi positif Covid-19 dari varian virus India B.1617.2. Namun, apakah para nakes tersebut juga terkonfirmasi virus varian India, belum diketahui secara pasti, masih ada serangkaian pemeriksaan yang harus kita tunggu hasilnya,” jelasnya, Minggu (23/5/2021).

Lebih lanjut Tatti menjelaskan, pihaknya sudah menerima hasil pemeriksaan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) dan hasilnya sebagaimana yang disampaikan, 13 ABK positif terkonfirmasi virus varian India B.1617.2.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus varian India tersebut, langkah tracing, testing dan treatment langsung dilakukan kepada semua kontak erat dari tenaga kesehatan dan karyawan RSUD Cilacap yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pihak RSUD juga diminta untuk melakukan penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk penggunaan dan pelepasan Alat Pelindung Diri (APD) serta perilaku tenaga kesehatan atau karyawan dalam menjaga protokol kesehatan.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Cilacap, dr. Mochamad Ichlas Riyanto menjelaskan, pada awalnya dilakukan pemeriksaan terhadap 179 nakes dan diketahui 32 orang nakes positif.

Selanjutnya jumlah yang positif bertambah menjadi 39 orang dan sampai sekarang masih ada beberapa nakes serta karyawan RSUD Cilacap yang masih menunggu hasil swab. Melihat kondisi tersebut, mulai hari Senin (24/5/2021) RSUD Cilacap akan menghentikan sementara pelayanan rawat jalan.

Mochamad Ichlas membenarkan, jika 32 nakes dan karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19, merupakan petugas yang melakukan kontak langsung dengan 13 ABK Kapal MV Hilma Bulker yang sampai sekarang juga masih menjalani perawatan di RSUD Cilacap.

Beberapa nakes yang positif ada yang melakukan isolasi mandiri dan ada yang isolasi terpusat. Namun, 9 orang diantara harus menjalani perawatan khusus di RSUD Cilacap.

“Kalau nakes dan karyawan lainnya, sejauh ini kondisinya stabil dan tidak ada gejala berat yang menyertainya, sehingga cukup dilakukan isolasi,” terangnya.

Sedangkan untuk 13 ABK Kapal MV Hilma Bulker, lanjutnya, masih ada 11 orang yang menunggu hasil swab berikutnya. Untuk dua orang ABK sudah dinyatakan negatif dan sudah diperbolehkan pulang ke Filipina.

Lihat juga...