Pabrik Gagang Sapu DCML Madura dalam Persiapan Beroperasi Kembali

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

CILACAP — Sudah satu tahun lebih pabrik gagang sapu dan gagang pel yang merupakan salah satu unit usaha Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap tutup karena terdampak Covid-19. Saat ini pihak Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera sedang mempersiapkan untuk pabrik tersebut bisa beroperasi kembali.

Ketua Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso di Cilacap, Rabu (26/5/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Ketua Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso mengatakan, pihaknya sudah sepakat untuk menjalin kerjasama dengan pemilik lahan pabrik di Desa Madura. Jika sebelumnya, pihak koperasi harus menyewa lahan tersebut untuk pabrik, maka ke depan akan ada kerjasama dimana pemilik lahan menyediakan tempat serta bahan baku pembuatan gagang sapu.

“Jadi nanti kalau sudah mulai beroperasi kembali, kita tidak perlu lagi keluar modal untuk menyewa lahan, karena ada kerjasama dengan pemilik lahan, sistemnya bagi hasil 60 : 40 persen dan hal tersebut sudah disepakati bersama,” jelas Puji Heri, Rabu (26/5/2021).

Saat ini kerjasama tersebut masih dalam persiapan, mengingat lokasi pabrik gagang sapu yang sudah lama tidak beroperasi, sekarang sedang dipergunakan sebagai tempat penggilingan kayu karet.

“Setelah penggilingan selesai, lokasi tersebut langsung dipersiapkan untuk pabrik gagang sapu kembali dan kita mulai beroperasi lagi,” tuturnya.

Pabrik gagang sapu DCML Madura ini mulai dirintis pada Januari 2020 lalu. Namun, pabrik hanya bertahan hingga empat bulan akibat terdampak Covid-19. Pada April 2020, pihak koperasi terpaksa menutup pabrik, karena sepi order dan kesulitan mendapatkan bahan baku.

Padahal meskipun baru beroperasi empat bulan, pabrik tersebut sudah mempunyai beberapa pekerja yang berasal dari warga sekitar dan menjadi tumpuan hidup warga. Setelah pabrik tutup, para pekerja terpaksa dirumahkan.

Salah satu pekerja pabrik gagang sapu yang dirumahkan, Andi mengatakan, keberadaan pabrik gagang sapu sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Ia yang semula belum mempunyai pekerjaan, jadi bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan rutin.

Sayangnya pabrik harus tutup sejak April 2020 lalu akibat pandemi, sehingga ia dan beberapa pekerja lainnya harus kehilangan pekerjaan. Andi berharap, pabrik gagang sapu segera dibuka kembali, sehingga ia bisa mulai bekerja pula.

“Semoga saja segera dibuka lagi pabrik gagang sapunya, karena sejak pabrik tutup, saya hanya bekerja serabutan saja. Keberadaan pabrik gagang sapu ini benar-benar membawa manfaat bagi kami,” ucapnya.

Lihat juga...