PAUD Karya Ilahi di Sikka Butuh Mainan Anak Berkebutuhan Khusus

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Karya Ilahi di Jalan Adi Sucipto, Pensip,Kelurahan Waioti, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, membutuhkan bantuan mainan bagi anak berkebutuhan khusus.

“Kami membutuhkan mainan bagi anak berkebutuhan khusus, karena mainannya berbeda dengan anak-anak normal,” kata Ursula Maria, pendiri PAUD Karya Ilahi, saat ditemui di sekolahnya, Kamis (20/5/2021).

Ursula mengatakan, mainan anak-anak yang dibeli harus dimodifikasi lagi dengan menempelkan spon, agar mainan tersebut tidak cepat rusak. Mengingat anak berkebutuhan khusus memiliki perilaku berbeda.

Ia menyebutkan, anak-anak berkebutuhan khusus super aktif, sehingga dibutuhkan penanganan khusus dan mainannya pun harus khusus, dengan dilapisi busa atau spon, agar tidak melukai anak-anak.

Ursula Maria, Kepala sekolah PAUD Karya Ilahi di jalan Adi Sucipto, Pensip, Kelurahan Waioti, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, saat ditemui di sekolahnya, Kamis (20/5/2021). -Foto: Ebed de Rosary

“Kami tidak memiliki dana untuk membeli permainan tersebut, karena harus dibeli di Pulau Jawa dengan harga yang mahal. Semua permainan pun dimodifikasi khusus dengan dilapisi busa, agar tidak mencelakai anak-anak,” ungkapnya.

Ursula yang juga kepala sekolah mengaku, ada sebuah yayasan di Jakarta yang telah datang dan ingin membangun gedung sekolah dan pihaknya hanya menyediakan lahan dan menampung tenaga kerja.

Ia menelaskan, semua biaya pembangunan ditanggung pihak yayasan, termasuk keinginan untuk menyediakan permainan dan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak yayasan.

“Kami sudah mengirimkan katalog jenis-jenis permainan yang dibutuhkan untuk PAUD anak berkebutuhan khusus. Mudah-mudahan, kami bisa dibantu dalam pengadaan aneka permainan anak,” ucapnya.

Ursula mengakui, permainan seperti ayunan dan lainnya, nantinya tidak ditempatkan di halaman sekolah. Tetapi, di dalam gedung dan saat anak-anak bermain harus diawasi oleh guru.

Ia mengatakan, sekolahnya mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka sejak Senin (17/5/2021), setelah dua minggu meliburkan diri karena kasus ratusan anak sekolah di Maumere yang positif Covid-19.

“Saat ini dari 30 anak, kini tinggal 15 anak. Sebab, yang lainnya sudah melanjutkan pendidikan ke sekolah normal. Dari 10 orang guru, kini tinggal 4 orang saja yang tersisa dan kami tidak bisa membiayai gaji mereka,” ucapnya.

Sementara itu,Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Mayella da Cunha, mengatakan pihaknya memang baru dua tahun terakhir memberikan bantuan biaya operasional bagi sekolah ini.

Yell bahkan meminta agar sekolah tersebut bersyukur bisa mendapatkan bantuan, sebab tidak semua sekolah bisa mendapatkan bantuan, sehingga ia minta agar dibuatkan pertanggungjawaban penggunaan dana.

“Harus beryukur sudah diberikan bantuan dan mereka harus membuatkan pertanggungjawaban penggunaan dana sesuai Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS),” harapnya.

Lihat juga...