Pedagang Rujak Buah di Jember Raup Omzet Tinggi Berkat Medsos

Editor: Koko Triarko

JEMBER – Pedagang rujak buah, warga Kelurahan Krajan, Kecamatang Patrang, Jember, Jawa Timur, mampu mendapatkan omzet penjualan hingga Rp24 juta per bulan. Pedagang ini mengaku keberhasilannya terbantu setelah ia melakukan promosi mellaui media sosial, seperti instagram.

Suryadi, pedagang rujak buah itu mengatakan, target pendapatan yang diharapkan selama ini ternyata melebihi dari harapan. Dirinya mengaku omzet yang didapat jauh lebih besar.

“Sebelumnya saya tidak berpikir pembeli yang datang akan ramai terus, karena usaha yang saya jalani sendiri baru berjalan beberapa bulan yang lalu,” ujar Suryadi, saat ditemui di kawasan jalan Kalimantan, Tegal Boto, Sumbersari, Jember, Selasa(25/5/21).

Suryadi mengaku sudah sejak lama menjalani usaha sebagai pedagang rujak buah. Hanya saja sebelum membuka usahanya di Jember, dirinya sudah mulai berjualan di Bali.

“Sejak pandemi Covid-19, selama di Bali saya sudah tidak bisa berjualan karena aktivitas masyarakatnya yang lebih banyak di rumah. Akibatnya, hampir beberapa bulan jualan saya tidak ada yang laku,” katanya.

Merasa minim pendapatan, Suryadi lalu memutuskan untuk kembali ke tempat asalnya di Jember. Namun pandemi Covid-19 belum usai, peluang kerja masih minim, sehingga dirinya memilih untuk membuka lagi usaha dagangannya.

“Pertama kali saya jualan rujak di Jember, hampir setiap hari pembeli yang datang sangat minim, karena pedagang rujak buah yang ada juga tidak sedikit. Saat itulah saya berupaya ada target yang harus didapatkan setiap harinya,” ucapnya.

Suryadi mengaku mempromosikan dagangan melalui media online. Beberapa orang yang pernah datang ke tempatnya juga turut serta membantu mempromosikan melalui media online.

“Perlahan mulai ramai pembeli yang ada, paling sedikit setiap hari rujak buah saya laku terjual 100 bungkus. Harga per bungkus Rp8.000,”ungkapnya.

Eli, salah satu pembeli, mengaku suka dengan rujak buah. Namun, baru pertama kali ini ia mencoba rujak buah milik Suryadi, sebab rujak buah tempat langgangannya masih tutup.

“Pertama kali saya tahu ada rujak buah di sekitar kampus ini dari instagram. Karena saya penasaran rasanya seperti apa, akhirnya saya coba datang untuk mencicipi rasa rujak buahnya seperti apa,” ucapnya.

Lihat juga...