Pelaku UMKM di Sikka Diminta Sering Ikuti Pameran

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Manengah serta Ekonomi Kreatif (UMKM dan Ekraf) Kabupaten Sikka, NTT, Sherly Irawati menyebutkan, para pelaku UMKM serta Ekraf perlu sering mengikuti pameran di luar kabupaten, baik di NTT maupun di luar NTT.

Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, Manengah dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Sikka, NTT, Sherly Irawati saat ditemui di tempat usahanya, Senin (24/5/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Mengikuti pameran sangat penting bagi pelaku usaha dalam mengenalkan produk mereka ke para pembeli dari luar daerah yang mungkin baru mengenal produk yang ditawarkan,” sarannya saat dihubungi, Selasa (25/5/2021).

Pelaku usaha pun sebutnya akan belajar mengenai bagaimana cara efektif memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada pembeli sehingga merasa yakin dan tertarik membelinya.

“Pameran juga jadi ajang belajar dari para peserta lain mengenai bagaimana cara memasarkan sebuah produk agar bisa dibeli. Pelaku usaha pun bisa mendapatkan masukan dari pembeli mengenai produk yang ditawarkan agar bisa ada perbaikan,” ungkapnya.

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Sikka ini menyebutkan, pameran juga membuat pelaku usaha mendapatkan pembeli tetap yang memesan produk dalam jumlah banyak untuk dipasarkan kembali atau pengecer dari luar daerah.

Selain itu tambah Sherly, bisa menjadi ajang untuk belajar dari pesaing usaha yang memiliki produk sejenis serta mengetahui trend pasar dan keinginan di setiap segmen pasar.

“Kami terus mendorong pelaku usaha di AkuSikka agar selalu mengikuti pameran setelah mendapatkan informasi mengenai adanya sebuah pameran.Kita harus menyisihkan dana dari keuntungan usaha agar bisa mengikuti pameran,” ungkapnya.

Sementara itu, Elisia Digma Dari anggota AkuSikka menambahkan, banyak pelaku usaha kecil dan manengah sering kesulitan dana guna mengikuti pameran, karena harus mengeluarkan biaya besar untuk membawa produk mereka dalam jumlah besar.

Elis mengatakan, apabila pameran masih di dalam wilayah provinsi NTT maka pelaku usaha bisa menggunakan sarana transportasi darat dan laut, tapi kalau di luar NTT tentunya harus menggunakan transportasi udara, sehingga produk yang dibawa pun terbatas.

“Memang harus ada intervensi dari pemerintah agar bisa memfasilitasi pelaku usaha untuk bisa ikut pameran. Dalam masa pendemi Corona ini tentunya daya beli masyarakat menurun sehingga pelaku usaha UMKM pun mengalami penurunan pendapatan,” ungkapnya.

Lihat juga...