Pembangunan Taman Saninten Semarang Kembali Ditunda

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Keinginan masyarakat di wilayah Saninten Banyumanik Semarang, untuk memiliki taman kota, kembali tertunda. Hal ini seiring munculnya persoalan detail engineering desain (DED) taman, yang harus diulang.

“Kita juga menyayangkan bahwa pembangunan Taman Saninten Banyumanik Semarang, kembali tertunda. Apalagi rencana ini sudah dibuat sejak 2019 lalu. Penundaan pertama karena detail engineering desain (DED) harus dilakukan review kembali. Kemudian pada tahun  2020 lalu, juga tertunda, karena terjadi pandemi covid-19, sehingga terjadi refocusing anggaran. Jadi yang awalnya untuk pembangunan taman dialihkan untuk penanganan covid-19,” papar Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali saat dihubungi di Semarang, Kamis (27/5/2021).

Setelah tertunda selama hampir dua tahun, pembangunan taman kota tersebut, direncanakan akan dimulai pada tahun 2021 ini. Namun, persoalan baru muncul, sehingga pengerjaannya kembali diundur.

“Saat ini, sistem belanja modal dilakukan lelang terpisah dengan belanja jasa. Berbeda dengan dulu, yang satu kesatuan. Kini dengan perubahan sistem ini, berpengaruh karena pada proyek Taman Saninten ada belanja tanaman dan pendukung taman lainnya, yang ikut dimasukkan. Jadi ini yang menjadi persoalan, akibatnya pembangunan terpaksa harus ditunda kembali,” lanjutnya.

Padahal keberadaan taman kota tersebut sangat mendesak. Terlebih sebagai pendukung program Kota Layak Anak Kota Semarang yang saat ini masuk kategori utama.

“Berbagai fasilitas bermain anak akan dibuat. Jogging track juga rencananya akan disediakan. Tidak hanya ramah anak, taman tersebut juga akan dibangun ramah lansia. Ini sesuai dengan konsepnya, ramah anak dan lansia. Tempat bermain harus memadai. Itu yang penting karena kami ingin memperbanyak ruang bermain anak,” katanya.

Taman tersebut juga akan menjadi ruang terbuka hijau (RTH), menjadi bagian prioritas pemerintah untuk membuat Kota Semarang sejuk serta tersedia fasilitas bagi masyarakat. “Harapannya, ini tidak mundur lagi, karena sudah tiga kali ditunda,” tandasnya.

Terpisah, salah seorang warga Banyumanik Semarang, Adi Trianto, saat dimintai pendapat, dirinya mengaku kecewa dengan penundaan pembangunan taman kota tersebut.

“Kebutuhan taman kota sebagai RTH ini sebenarnya cukup mendesak. Terlebih bagi saya, yang punya anak, seringkali memanfaatkan arena  taman kota ini sebagai tempat bermain. Wisata murah meriah bersama keluarga,” terangnya.

Sejauh ini, dirinya memanfaatkan taman kota di sekitar wilayah Banyumanik. Salah satunya di k Taman Tirto Agung Pedalangan Banyumanik. “Cuma di sana sudah terlalu penuh, karena itu yang terdekat dan terbesar. Jadi harapannya kalau ada taman kota baru, tentu akan lebih baik. Mudah-mudahan, pada 2022 mendatang menjadi benar-benar dibangun dan tidak mundur lagi,” pungkasnya.

Lihat juga...