Pembudidaya Kerang Hijau di Lamsel Masuki Masa Panen

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Masa panen raya bahan baku kuliner boga bahari (seafood) jenis kerang hijau dinikmati pembudidaya di pesisir Lampung Selatan.

Leman, salah satu pembudidaya kerang hijau atau Perna viridis menyebut hewan bercangkang lunak tersebut dipanen setelah lima hingga enam bulan. Seiring panen raya permintaan dominan berasal dari luar wilayah Lampung.

Pembudidaya kerang hijau di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang itu menuturkan kuliner kerang hijau digemari sebagian orang.

Olahan berbahan baku kerang hijau disajikan dengan berbagai varian menu. Memasuki bulan kelima hingga keenam, pembudidaya yang memasang ban media budidaya awal Januari bisa memanennya bertahap.

Pemanenan parsial sebut Leman dilakukan dengan sistem sortasi. Media tanam ban yang telah dipenuhi kerang hijau berukuran 5-6 cm siap dipanen.

Kurang dari ukuran tersebut daging lunak kerang hijau masih terlalu kecil. Budidaya sistem terjadwal memungkinkan panen parsial bisa dilakukan setiap hari dengan sortasi untuk kebutuhan kuliner.

“Saat memasuki bulan Mei hingga Juni panen raya dilakukan pada media tanam yang diawali awal tahun ini, sebagian masih harus menunggu dua bulan lagi namun permintaan tetap bisa dipenuhi bagi warga yang ingin menikmati olahan kuliner kerang hijau,” terang Leman saat ditemui Cendana News, Sabtu (29/5/2021).

Leman bilang bahan baku kebutuhan kuliner kerang hijau mendorong munculnya usaha kuliner. Ragam usaha kuliner yang bergeliat saat new normal pada masa Covid-19 yang muncul mendorong pesanan.

Semula pesanan kerang hijau hanya mencapai 200 kilogram atau 2 kuintal per dua hari. Permintaan kini menjadi 500 kilogram atau 5 kuintal setiap dua hari.

Permintaan tersebut diakui Leman bahkan bisa meningkat. Pada level pembudidaya ia menyebut menjual kerang hijau seharga Rp8.000 per kilogram. Mendapat pesanan sebanyak 200 kilogram saja ia menyebut bisa mendapat hasil Rp1,6 juta.

Pesanan sebanyak 500 kilogram kerang hijau memberinya penghasilan kotor Rp4 juta. Hasil tersebut dipotong biaya operasional memberi untung bersih Rp2 juta.

“Biaya operasional berupa pemanenan, penyortiran hingga distribusi dan perbaikan media budidaya,” ulasnya.

Peluang potensi penyediaan bahan baku kerang hijau sebut Leman mulai dilirik warga. Potensi kerang hijau yang memiliki nilai ekonomis sebutnya dipisahkan menjadi kerang hijau utuh dan kupas.

Kerang hijau kupas diperoleh melalui proses perebusan, pengupasan. Proses yang lebih lama membuat daging kerang hijau kupas dijual Rp40.000 per kilogram.

Permintaan stabil sebut Leman juga berasal dari pengepul di Bandar Lampung. Pengepul akan memasok ke sejumlah pemilik usaha kerang hijau yang beroperasi di Taman Gajah, lapangan Way Halim.

Selain dari Bandar Lampung seiring dikenalnya kerang hijau di wilayah tersebut permintaan berasal dari Jambi, Palembang. Permintaan meningkat didukung lancarnya akses Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Lestari, pengolah kerang hijau kupas menyebut memilih mengupas kerang hijau ukuran kecil. Saat proses penyortiran ukuran kerang hijau lebih kecil kerap disingkirkan.

Namun potensi olahan kerang hijau itu masih bisa menghasilkan peluang uang. Permintaan dari sejumlah ibu rumah tangga yang ingin mencoba olahan tumis kerang hijau membeli dalam kondisi dikupas. Ia melayani pesanan pengepul sekitar 50 kilogram kerang kupas per hari.

“Proses pengupasan diawali dengan perebusan memakai wajan, lalu dicongkel memakai pisau,” terangnya.

Satu kilogram kerang masih bercangkang sebutnya hanya menghasilkan kurang dari satu kilogram. Proses pengupasan kulit yang rumit membuat harganya bisa lebih mahal.

Pesanan berasal dari pemilik warung makan untuk olahan tumis kerang hijau. Varian kuliner yang dibuat sesuai selera menjadikan kerang hijau bisa disajikan dengan menu yang menggugah selera.

Nurdiah, salah satu penyuka olahan kerang menyebut kerap membuat tumis kerang hijau. Pilihan kerang hijau yang telah dikupas, dibersihkan bisa jadi olahan bersama bahan makanan lain.

Nurdiah (kiri) mengupas kerang hijau bersama kerabatnya untuk olahan tumis kerang hijau pedas manis di pantai Legundi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Sabtu (29/5/2021) – Foto: Henk Widi

Ia menyebut kerang hijau yang telah dikupas bisa diolah bersama jagung manis. Memakai beragam bumbu olahan berbahan kerang hijau jadi alternatif lauk.

Lihat juga...