Pemdes Wukirharjo Prambanan Sulap Bukit Kosong Jadi Objek Wisata Premium

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Menggandeng investor lokal, pemerintah desa Wukirharjo Prambanan Sleman, berhasil menyulap tanah kas desa yang dulunya hanya bukit kosong menjadi objek wisata premium di kawasan Yogyakarta.

Lurah Wukirharjo, Prambanan Sleman, Turaji saat memberikan keterangan beberapa waktu lalu. Foto: Jatmika H Kusmargana

Objek wisata itu bernama Obelix Hills, yang terletak di dusun Klumprit, tepatnya di sisi sebelah selatan kawasan wisata Tebing Breksi yang sudah lebih dulu dikenal wisatawan luas, khususnya di wilayah Yogyakarta.

Lurah Wukirharjo, Turaji, mengaku mengandeng investor untuk mempercepat pengembangan pariwisata di desanya. Terlebih kawasan desa Wukirharjo, terletak di kawasan strategis pengembangan pariwisata nasional, dengan sejumlah spot wisata mulai dari candi Prambanan, Candi Boko, Tebing Breksi hingga Gunung Api Purba Nglanggeran.

“Pengembangan wisata di dusun Klumprit ini juga untuk menyambut rencana pembangunan jalur wisata baru yang menghubungkan Jalan Solo ke arah Gunungkidul. Sehingga nantinya diharapkan, setelah berkunjung ke lokasi wisata Tebing Breksi yang ada di utara, wisatawan akan singgah ke sini,” katanya belum lama ini.

Dibangun di lahan seluas dua hektare, Obelix Hills, sendiri merupakan tempat wisata modern yang mengusung konsep wisata keluarga, dengan memadukan tempat kuliner sekaligus tempat menikmati panorama view pegunungan. Disini pengunjung bisa berselfie di puluhan spot foto instagenic yang dibangun dengan fasilitas yang sangat nyaman untuk bersantai.

“Dulu kawasan ini bernama bukit Klumprit dan dikelola oleh Pokdarwis. Setelah ada investor masuk, para pemuda karang taruna dilibatkan sebagai tenaga pengelola atau karyawan. Total ada 60-an lebih pemuda warga sekitar yang sekarang bekerja disini. Itu belum termasuk warga lain yang juga ikut bekerja mengelola tempat parkir melalui BUMDes,” katanya.

Selesai dibangun hanya dalam waktu 4 bulan, Obelix Hills kini telah sepenuhnya dibuka untuk umum. Dengan kapasitas pengunjung mencapai 3.000 orang per hari. Meski begitu untuk sementara, pihak pengelola membatasi jumlah pengunjung maksimal hanya sebanyak 50 persen di masa pandemi seperti sekarang ini.

“Antusias masyarakat dalam menyambut objek wisata Obelix Hills ini sangat luar biasa. Meskipun sebenarnya lokasi parkir yang ada saat ini belum cukup untuk menampung jumlah pengunjung. Karena masih dalam tahap pengembangan,” ungkapnya.

Agar masyarakat sekitar dapat ikut merasakan manfaat objek wisata baru tersebut, pemerintah desa Wukirharjo sendiri mengaku berencana berkolaborasi dengan pihak investor untuk memaksimalkan potensi yang ada. Mulai dari kuliner lokal, kerajinan lokal hingga produk lainnya.

“Ya, ke depan tentu kita harapkan ada tempat khusus yang bisa menampung UKM lokal. Agar warga sekitar bisa ikut menjual produk-produk produksi mereka kepada pengunjung/wisatawan. Sehingga ekonomi warga desa juga bisa semakin terangkat,” pungkasnya.

Lihat juga...