Pemerintah Desa Garda Depan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat

MAGELANG – Pemerintah desa merupakan garda terdepan dalam penyelenggaraan pemerintahan sekaligus menjadi motor penggerak utama dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, kata Bupati Magelang Zainal Arifin.

“Oleh karena itu posisi desa sangat penting perannya sebagai subjek pembangunan,” katanya pada pelatihan peningkatan kapasitas kepala desa dan perangkat desa Kecamatan Pakis di Magelang, Jumat.

Di sisi lain, katanya, masuknya alokasi anggaran secara langsung ke desa yang semakin besar setiap tahunnya, baik yang bersumber dari pemerintah pusat berupa Dana Desa maupun dari Pemkab Magelang berupa ADD.

Selain itu, ada bagi hasil pajak dan retribusi. Oleh karena itu, para aparatur desa dituntut agar lebih terampil, cepat, dan tanggap dalam bekerja dan harus mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digitalisasi saat ini.

Menurut dia, tantangan pelayanan publik yang dihadapi saat ini semakin berat dan kompleks apalagi ditambah dengan pandemi COVID-19.

Oleh karena itu, kata dia, perlu adanya kebijakan-kebijakan terobosan yang inovatif dalam rangka mengatasi permasalahan dengan tetap berorientasi kepada pelayanan publik terbaik kepada masyarakat.

“Keputusan dan kebijakan yang diambil terutama terkait digitalisasi harus secara jelas, tegas, dan ‘clear‘ memberikan dampak dalam rangka mendorong terciptanya kesejahteraan rakyat,” katanya.

Zaenal mengatakan pemerintahan di era Presiden Joko Widodo telah menggencarkan prinsip digital melayani (dilan) dalam memberikan pelayanan publik. Hal ini menjadi penting, karena layanan digital menjadi tuntutan guna mendekatkan diri dengan masyarakat.

Menurut dia, perlu optimalisasi penerapan dilan karena hakikat transformasi digital tidak hanya mengubah layanan biasa menjadi daring atau dengan membangun aplikasi saja namun bagaimana mengintegrasikan seluruh area layanan untuk menghasilkan perubahan proses yang mampu menciptakan nilai sehingga dapat memberikan kepuasan kepada pengguna layanan.

“Saya berharap dengan adanya peningkatan kapasitas pemerintah desa ini, nantinya akan dapat menambah bekal pengetahuan dan wawasan para aparatur desa, khususnya dalam melaksanakan tugas-tugas pengelolaan keuangan desa,” katanya.

Pelaksana Tugas Camat, Pakis Mulyanto, menjelaskan, pelatihan peningkatan kapasitas kepala desa untuk meningkatkan kapasitas kualitas sumber daya manusia aparatur pemerintah desa.

“Kemudian menambah wawasan, pengetahuan, dan kemampuan tentang tata cara pengelolaan keuangan desa dengan sistem aplikasi. Selain itu juga menambah pengetahuan prioritas pembangunan tahun 2021 dalam pengembangan badan usaha milik desa dan terkait pentingnya PPKM mikro untuk pencegahan COVID-19,” katanya. (Ant)

Lihat juga...