Pengungsi Banjir Adonara Tempati Musala dan Gudang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LARANTUKA – Para pengungsi korban banjir bandang Adonara yang selama ini menempati beberapa posko pengungsian di Kelurahan Waiwerang Kota, Desa Lamahala Jaya dan Waiburak, harus pindah menetap di kos, gudang milik pengusaha, musala maupun rumah sanak keluarga, setelah masa tanggap darurat selesai tanggal 1 Mei 2021.

“Kami keluar dari posko pengungsi di MAN tanggal 5 Mei dan langsung tempati gudang kopra sampai sekarang,” ujar Yasinta Barek Bolen, salah seorang pengungsi yang ditemui di gudang kopra, Kelurahan Waiwerang Kota, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, Kamis (13/5/2021).

Salah seorang pengungsi yang ditemui di gudang kopra Kelurahan Waiwerang Kota, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, Yasinta Barek Boleng, Kamis (13/5/2021). Foto: Ebed de Rosary

Yasinta menyebutkan, jumlah pengungsi yang menempati gudang milik pengusaha di tempatnya sebanyak 3 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 11 orang.

Ia menambahkan, mereka menyekat halaman gudang dengan kain agar bisa diletakkan tempat tidur dan lemari pakaian sementara perabotan memasak dan lainnya diletakkan di bagian luarnya.

“Kami kalau buang air besar harus menumpang di tetangga karena di gudang tidak ada toilet. Kalau kamar mandi dan air bersih tersedia. Kami yang tinggal di sini semuanya merupakan karyawan gudang kopra ini,” ungkapnya.

Lihat juga...