Pentingnya Menerapkan Gizi Seimbang Setelah Lebaran

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Ahli Gizi dari Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (FEMA IPB), Dr Sri Anna Marliyati, saat dikonfirmasi pada Jumat (21/5/2021). foto: Sri Sugiarti.

JAKARTA — Makanan yang tersedia saat perayaan lebaran dan setelah lebaran, biasanya mengandung lemak dan karbohidrat tinggi. Maka, sangatlah penting untuk menerapkan gizi seimbang agar tubuh tetap sehat terhindar dari penyakit.

Ahli Gizi dari Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (FEMA IPB), Dr Sri Anna Marliyati mengatakan, untuk mengantisipasi kondisi kesehatan tetap membaik setelah berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadan, maka penting untuk menerapkan gizi seimbang.

Dikatakan dia, saat lebaran dan setelah lebaran, makanan yang tersedia biasanya mengandung lemak dan karbohidrat tinggi. Seperti rendang daging sapi, opor ayam, ketupat atau lontong, dan sambal goreng kentang ati ampela.

Begitu juga dengan kue-kue sajian lebaran, seperti kastangel dan cemilan lainnya yang mengandung kadar gula dan karbohidrat tinggi. Setelah lebaran pun, ragam camilan ini masih kerap tersedia di meja, hingga memancing untuk menyantapnya.

“Jadi, penting setelah lebaran agar tetap mengantisipasi kesehatan tubuh tetap prima, yakni dengan menerapkan gizi seimbang,” ujar Dr. Anna, kepada Cendana News, saat dihubungi Jumat (21/5/2021).

Disebutkan dia, ada empat prinsip gizi seimbang yang harus dijalanin. Yakni, membiasakan makan beraneka ragam dan minum air putih delapan gelas sehari. Juga harus membatasi makanan manis, berlemak dan asin.

Terpenting lagi yaitu menjaga kebersihan dan keamanan makanan serta membiasakan hidup aktif dan olahraga teratur, misalnya jalan pagi sambil menikmati udara segar.

“Agar tetap sehat perlu mempertahankan berat badan ideal dalam prinsip gizi seimbang. Yakni porsi makan dalam jumlah cukup tidak berlebihan dan dilakukan secara teratur,” urainya.

Menurutnya, mengonsumsi sayuran dan buah dianjurkan dalam gizi seimbang yang mencukupi akan memberikan asupan vitamin dan mineral yang cukup sehingga tubuh tetap sehat.

“Sayur dan buah memberikan asupan serat pangan yang bermanfaat untuk kelancaran saluran pencernaan,” tandasnya.

Dia mengingatkan pola hidup sehat dengan selalu mewaspadai terjadinya kenaikan
kadar kolestrol, kadar glukosa darah, dan lemak tubuh. Terutama pada orang yang beresiko terkena penyakit degeneratif, seperti kolesterol, darah tinggi, obesitas, penderita jantung koroner, dan diabetes.

Spesialis gizi dari RSIA Bina Medika Bintaro, dr. Amalia Primahastuti, M.Gizi, Sp.GK menambahkan, pentingnya mengatur pola makan setelah lebaran untuk mengontrol asupan gula darah dalam tubuh

Mengingat kata dia, kebiasaan setelah lebaran akan kembali ke pola dan jam makan yang normal. Dimana pola makan pada umumnya terdiri dari tiga kali makan utama dan dua kali camilan. Disarankan, agar jam makan diatur termasuk saat mengonsumsi cemilan harus disesuaikan dengan rasa lapar. Misalkan, pukul 10.00 WIB, adalah waktu menyantap camilan.

“Camilan sehat dengan kandungan kalori, gula dan lemak dalam batas wajar baiknya dikonsumsi tidak terlalu banyak. Jadwal makannya juga jangan terlalu dekat dengan jam makan utama agar tidak kekenyangan,” ujar Amalia, kepada Cendana News saat dihubungi, Jumat (21/5/2021).

Makan berlebihan di luar kebutuhan tubuh dapat membawa dampak negatif untuk kesehatan kita.

“Apalagi jika yang dikonsumsi adalah makanan yang tinggi lemak jenuh. Ini dapat meningkatkan proses peradangan dalam tubuh, dan fungsi sistem kekebalan tubuh juga menurun,” pungkasnya.

Lihat juga...