Penyedia Jasa Tambal Ban Raih Berkah dari Mudik Lokal

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Mudik saat lebaran Idul Fitri 1442 H/2021 yang dibatasi tetap memberi kesempatan bagi pemudik lokal. Dengan tetap adanya aktivitas, membuat sejumlah dunia usaha masih bisa berjalan, salah satunya usaha tambal ban.

Hartanto, penyedia jasa tambah angin nitrogen menyebutkan, sejumlah warga tetap melakukan kegiatan silaturahmi antar kecamatan dan kabupaten membuat usaha di Jalan Panglima Sudirman, Enggal, Bandar Lampung itu kebanjiran order.

Normalnya dalam sehari ia bisa melayani sekitar 50 kendaraan motor dan mobil. Namun saat dua hari lebaran Idul Fitri rata rata 100 kendaraan motor dan mobil yang mengisi angin. Pengisian hanya dikenai tarif Rp4.000 hingga Rp5.000. Hasil jasa pengisian angin nitrogen dalam sehari mencapai puluhan ribu naik menjadi ratusan ribu. 

“Sebagian warga yang memiliki kendaraan memilih mengisi ban dalam dengan nitrogen sebelum melakukan perjalanan meski mudik lokal, sebagian untuk kebutuhan perjalanan berkeliling di sekitar kota selama lebaran,” terang Hartanto saat ditemui Cendana News, Jumat (14/5/2021).

Mudik dua tahun sebelumnya menurut Hartanto belum masa pandemi Covid-19. Meski jumlah pemudik lebih sedikit ia mengaku masih tetap mendapat berkah. Sebab sebagian pemudik yang menambah angin sekaligus mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada SPBU di dekat lokasi usahanya. Cuaca panas sebutnya mempengaruhi tren warga mengisi angin nitrogen.

“Pemuaian pada jenis angin biasa atau oksigen berimbas ban kerap kempes sehingga beralih ke nitrogen,”ujarnya.

Selain bagi jasa tambah angin nitrogen, jasa tambah angin dan tambal ban berkah tersendiri bagi Hutabarat. Warga di Jalan Lintas Sumatera, Panjang, Bandar Lampung itu tetap menyediakan jasa tambah angin, tambal ban

Meski omzet menurun dibanding dua tahun silam,  ia masih bisa melayani kebutuhan pelaku perjalanan. Warga yang menambah angin, menambal ban dan keperluan lain dominan pemudik yang akan bersilaturahmi antar kecamatan.

“Tetap disyukuri karena masih banyak pelaku perjalanan yang membutuhkan jasa saya,” ujarnya.

Kebutuhan angin untuk ban bagi kendaraan warga membuat fasilitas jasa isi angin tetap buka saat hari raya Idul Adha, Jumat (14/5/2021). Foto: Henk Widi

Normalnya sebelum mudik dilarang, Hutabarat bisa mendapat omzet sekitar Rp1 juta per hari. Hasil tersebut hanya diperoleh dari jasa tambah angin, tambal ban, belum termasuk ganti spare part. Pelarangan mudik untuk menekan angka penyebaran Covid-19 ikut berdampak bagi penyedia jasa sepertinya. Meski masih mendapat penghasilan namun jumlahnya menurun.

Arisanti, salah satu pelaku perjalanan menyebut ia hendak berlebaran ke kerabat di kecamatan berbeda. Namun kondisi akses jalan di wilayah Kecamatan Panjang menuju Tanjung Bintang yang rusak berdampak pada kondisi ban. Ia bahkan mengaku harus mengganti ban dalam untuk bisa melanjutkan perjalanan.

Mudik lokal antar kecamatan bahkan kabupaten sebutnya sempat dilarang. Namun ia menyebut sejumlah lokasi penyekatan yang dijaga petugas satgas Covid-19 prioritas menghentikan kendaraan bernomor polisi luar wilayah Lampung.

Lihat juga...