Penyekatan Masih Berlangsung, Pelaku Usaha Pariwisata Bahari Terpukul

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Penyekatan perjalanan dalam negeri dengan kewajiban membawa surat bebas Covid-19 masih berdampak bagi sektor pariwisata.

Samsul, penyedia jasa perahu wisata di pantai Sari Ringgung, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran bilang, sektor pariwisata bahari belum pulih. Ia menyebut meski ada kunjungan tapi belum signifikan.

Salah satu faktor keengganan wisatawan datang ke Lampung khususnya Pesawaran imbas penyekatan. Sejumlah wisatawan dengan kendaraan asal Jakarta, Bandung, Palembang wajib memperlihatkan rapid test.

Terlebih masa penyekatan yang berlangsung hampir satu bulan sejak awal Mei hingga akhir Mei. Meski wisatawan datang dominan berasal dari lokal Lampung.

Penerapan protokol kesehatan pada sektor pariwisata sebutnya belum mampu mendongkrak kunjungan. Samsul bilang telah berkoordinasi dengan biro, agen travel di Jakarta.

Namun kendala yang dihadapi minimnya permintaan dari wisatawan. Sebab saat akan kembali ke Jakarta via jalur darat dan laut, penumpang wajib melakukan rapid test antigen. Beberapa yang enggan rapid test  gratis bahkan harus membayar.

“Wisatawan masih menunda untuk datang ke Lampung khususnya Pesawaran menunggu penyekatan berakhir dengan syarat perjalanan lebih mudah, tanpa harus melakukan rapid test antigen atau surat bebas Covid-19,” terang Samsul saat ditemui Cendana News, Minggu (30/5/2021).

Sebagai gantinya Samsul menyebut masih tetap melayani masyarakat yang akan menyeberang ke Pulau Tegal. Pada musim libur normalnya wisatawan datang untuk menikmati suasana pulau Tegal. Tarif menuju ke pulau Tegal mencapai Rp75.000 per orang dan sistem carteran Rp450.000. Meski tidak ada wisatawan ia masih bisa mendapat penghasilan dari ojek perahu miliknya.

Baharudin, pemilik jasa ojek perahu wisata menyebut memilih sementara alih profesi. Menjadi nelayan tangkap saat kunjungan wisatawan sepi jadi alternatif terbaik.

Baharudin (kiri) salah satu penyedia jasa ojek perahu wisata di pantai Sari Ringgung Pesawaran sementara alih profesi menjadi nelayan tangkap di pantai Lempasing, Bandar Lampung, Minggu (30/5/2021) – Foto: Henk Widi

Ia tetap bisa mendapatkan hasil tangkapan ikan dengan memakai pancing rawe dasar. Mencari ikan di perairan Pesawaran sebutnya jadi sumber penghasilan saat sektor wisata belum pulih.

“Wisatawan yang datang sebagian tidak menyeberang ke pulau Tegal, imbasnya wisatawan sepi dan ojek perahu tidak dapat konsumen,” ulasnya.

Pendapatan dari alih profesi sebut Burhanudin tidak begitu besar. Ia mengaku hanya mendapatkan sekitar Rp120.000 dari menjual ikan hasil tangkapan.

Ia juga menyebut tidak ada stimulan bantuan untuk pelaku usaha jasa ojek perahu wisata. Mengandalkan hasil tangkapan ikan ia menyebut jadi salah satu sumber penghasilan selama tidak melayani ojek perahu wisata.

Marsikun, pemilik perahu wisata di dermaga IV Ketapang, Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan melakukan perbaikan perahu. Ia menyebut selama belum ada kunjungan wisatawan penghasilan pemilik ojek perahu menurun.

Normalnya ia bisa mengantar wisatawan ke Pulau Pahawang. Dampak pengetatan perjalanan antar provinsi sektor pariwisata cukup terpukul.

“Perahu wisata yang beroperasi untuk wisata sebagian docking, dicat dan perbaikan mesin, sebagian untuk mencari ikan,” ulasnya.

Pemilik perahu wisata dan juga penginapan itu menyebut ia mengandalkan agen wisata. Agen wisata akan mengarahkan wisatawan yang datang dengan sistem paket.

Sejumlah agen wisata sebutnya meski telah melakukan promosi, namun biaya tambahan untuk rapid test jadi kendala. Sementara rapid test antigen diperlukan untuk perjalanan dengan kapal di Bakauheni.

Ansori, salah satu wisatawan asal Jakarta menyebut ia datang ke Lampung untuk berwisata ke Pesawaran. Pantai yang dikunjungi bersama komunitas motor meliputi Klara, Mutun.

Namun saat akan kembali ke Jakarta ia harus melakukan rapid test. Syarat bebas Covid-19 sebutnya wajib disertakan sebelum membeli tiket kapal.

Imbasnya ia harus menunggu selama berjam-jam. Ia menyebut syarat tersebut membuat wisatawan asal luar daerah menunda perjalanan.

Lihat juga...