Penyekatan Mudik Berimbas Wisatawan Luar Lamsel Berkurang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Tingkat hunian atau okupansi penginapan pada objek wisata bahari tetap normal beroperasi.

Saiman Alex, ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Minang Rua Bahari, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) menyebut, penyekatan mudik belum berimbas pada objek wisata bahari. Wisatawan lokal sebutnya masih mengunjungi pantai untuk habiskan waktu akhir pekan.

Saiman Alex, Ketua Pokdarwis Minang Rua Bahari Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, saat dihubungi, Minggu (9/5/2021) – Foto: Henk Widi

Saiman Alex bilang sebanyak 8 kamar di Kedas Resort pada kawasan pantai Minang Rua penuh. Okupansi penginapan sebutnya justru meningkat oleh wisatawan.

Sebab wisatawan telah melakukan reservasi kamar sejak lama. Selain Kedas Resort alternatif bagi wisatawan menggunakan penginapan, homestay berjumlah sekitar belasan kamar di objek wisata bahari tersebut.

Sebelumnya, Saiman Alex menyebut, saat pembatasan kegiatan objek wisata okupansi penginapan turun drastis. Normalnya kunjungan wisatawan akan berpengaruh pada okupansi penginapan di destinasi wisata yang dikelola pokdarwis tersebut.

Sebelum pandemi Covid-19 saat libur akhir pekan, libur lebaran kunjungan wisatawan mencapai 800-1000 orang.

“Wisatawan lokal mendominasi semenjak penyekatan atau pembatasan mudik sehingga operasional destinasi wisata bahari yang kami kelola masih berjalan normal,  pelaku usaha wisata masih bisa mendapatkan profit dari penginapan, menjual kuliner dan jasa lainnya,” terang Saiman Alex, saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (9/5/2021).

Saiman Alex bilang wisatawan yang akan berkunjung ke pantai Minang Rua masih memiliki waktu empat hari.

Sebab sesuai surat edaran bupati Lampung Selatan Nomor: 556/1612/IV.21/2021 Tentang Pemberitahuan dan Himbauan Penutupan Tempat Wisata akan diberlakukan sejak Kamis (13/5/2021) hingga Minggu (16/5/2021). Pelaku usaha wisata masih membuka destinasi sebelum pemberlakuan surat edaran.

Saiman Alex menyebut destinasi wisata alam masih jadi pilihan masyarakat kala pandemi. Sebagai antisipasi pengelola telah menerapkan Cleanliness (kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan) dan Sustainable Environment (Lingkungan Berkelanjutan) atau CHSE. Penerapan CHSE menjadikan objek wisata bahari tetap jadi pilihan untuk nikmati akhir pekan.

Mian, pelaku usaha wisata penyedia penginapan menyebut wisatawan tetap datang. Saat akhir pekan dominan wisatawan keluarga menikmati suasana pantai.

Ia menyediakan kamar untuk wisatawan yang akan menginap di dekat area pantai. Dibandingkan jelang lebaran tahun sebelumnya ia menyebut terjadi penurunan reservasi kamar. Seban dari sekitar 6 kamat tersedia kerap penuh dipesan wisatawan.

“Saat ini hanya dipesan setengahnya dipesan wisatawan yang berniat menghabiskan waktu sebelum lebaran,” bebernya.

Mian menyebut sebagai pemilik dan pengelola destinasi wisata, pelaku usaha pariwisata ia akan mematuhi aturan. Namun ia menyebut semenjak penerapan penyekatan mudik ikut berdampak pada terbatasnya kunjungan.

Normalnya ia masih menerima wisatawan yang datang rombongan dengan motor. Namun penyekatan mudik berimbas wisatawan asal luar daerah berkurang.

Sesuai SE Nomor 556/1612/IV.21/2021 ia menyebut pelaku usaha tidak mengadakan kegiatan terkait kepariwisataan dan menutup wisata yang dikelola pada 13 Mei hingga 16 Mei.

Namun setelah tanggal 16 Mei pelaku usaha dapat membuka kembali destinasi wisata dengan mengedepankan protokol kesehatan. Ia mengaku menyasar wisatawan lokal untuk berkunjung usai lebaran.

“Harapan kami pelaku usaha wisata kunjungan berasal dari warga lokal untuk berwisata setelah lebaran,” cetusnya.

Destinasi wisata bahari sebut Mian akan menggerakkan sektor ekonomi masyarakat setempat. Meski pembatasan mudik berimbas wisatawan dari luar daerah berkurang, ia masih bisa menerima wisatawan lokal.

Bagi penyedia jasa penyewaan ban, saung dan penginapan kunjungan wisatawan memberi pemasukan ekonomi.

Pantauan Cendana News sejumlah objek wisata di Lamsel masih dikunjungi saat akhir pekan. Objek wisata Menara Siger, bukit Pematang Sunrise hingga sejumlah pantai di Bakauheni tetap dikunjungi meski tidak seramai kondisi normal.

Sejumlah destinasi wisata seperti Kahay Beach di Desa Batu Balak, Kecamatan Rajabasa terlihat sepi meski tetap dibuka untuk umum.

Ardi Yanto, pengelola destinasi bukit Pematang Sunrise menyebut tetap membuka objek wisata. Ia mengaku penyekatan mudik belum berpengaruh pada sektor wisata.

Sebab pelaku wisata lokal masih menjadikan tempat rekreasi alam sebagai pilihan. Lokasi wisata alam sebutnya jadi tempat habiskan akhir pekan yang jauh dari potensi kerumunan.

Lihat juga...