Lebaran CDN

Perajin Kue Lebaran di Bandar Lampung Mulai Banjir Pesanan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Pelaku usaha pembuatan kue skala rumah tangga di Bandar Lampung, mulai mengalami peningkatan pesanan. Tahun ini, bahkan jumlah permintaan lebih tinggi dibanding periode sama tahun lalu.

Mimin, pembuat kue di Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, menjelaskan, normalnya ia menerima pesanan kue kering dari toko kue dengan jumlah puluhan toples. Jenis kue kering yang dibuatnya berupa babon, nastar, keripik, ring keju dan bolu. Lebaran tahun sebelumnya dalam masa pandemi Covid-19, ia hanya menerima permintaan terbatas.

“Peningkatan permintaan kue kering meningkat hingga 90 persen. Sebagian warga memesan kue kering setelah ia memanfaatkan media sosial untuk promosi. Kue kering dominan berbahan tepung terigu, telur, gula, tapioka dijual dengan harga Rp85 ribu hingga Rp135 ribu per toples,” kata Mimin saat ditemui Cendana News, Sabtu (1/5/2021).

Dengan membuat kue, Mimin ingin membantu warga yang hendak menyajikan kue kering saat hari raya Idulfitri 1442 Hijriyah. Meski sebagian tidak bisa berkumpul dengan keluarga, alternatif mengirimkan parsel menjadi cara untuk tetap merayakan lebaran.

Untuk mempercepat proses pembuatan kue kering, Mimin menggandeng tetangga. Setelah membuat kue kering, ia mengaku berencana membuat kue basah beberapa hari sebelum Idulfitri. Jenis kue basah itu meliputi tape ketan, agar agar dan berbagai jenis kue tradisional.

Mimin menyebut, selama bulan Ramadan telah menyelesaikan ratusan toples kue kering. Sebagian kue kering yang dibuatnya dikirim ke pemesan langsung dan menggunakan jasa pengiriman. Sebab, pemesan kue kering miliknya sebagian berasal dari wilayah Kemiling, bahkan hingga ke wilayah Kabupaten Pesawaran. Semua jenis kue kering tersebut dibuat menyesuaikan selera.

“Tren kue kekinian makin banyak. Namun, jenis nastar, kue kering lain masih cukup diminati,” bebernya.

Selain produsen kue kering, pedagang kue di pasar Bambu Kuning juga mengaku mengalami peningkatan permintaan. Rudi, pemilik toko Kue Selly di Jalan Batu Sangkar, menyebut kue kering dipasok dari Bandung. Jenis kue kering yang didatangkan dari Bandung berupa kacang, emping, keripik, cokelat dan kue kering lainnya. Sebagian kue kering diperoleh dari produsen di wilayah Lampung.

Kue kering dijual sistem curah mulai Rp40.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Sebagian lain dijual dengan sistem kemasan dengan harga mulai Rp50.000 hingga Rp135.000 per toples. Sejumlah konsumen yang membeli kue kering dominan warga yang tidak sempat membuat sendiri karena sibuk. Sebagian ingin melengkapi kue yang tidak bisa dibuat sendiri.

“Konsumen membeli beragam kue kering untuk hidangan bagi keluarga dan tamu yang berkunjung saat lebaran,” cetusnya.

Rudi menyebut, penjualan berbagai jenis kue kering meningkat sejak awal Ramadan. Dibanding kondisi normal, permintaan meningkat sebesar 90 persen. Meski pelarangan mudik dari wilayah lain ke Lampung, ia memastikan tingkat permintaan kue kering tetap meningkat.

“Sebagian kue kering yang dibeli digunakan warga untuk parsel. Omzet penjualan semula Rp1juta, meningkat menjadi Rp3juta per hari,” pungkasnya.

Lihat juga...