Perkuat Daya Saing, UMKM Harus Bertransformasi ke Platfrom Digital

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Untuk meningkatkan daya saing dalam pemasaran produknya, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) harus bertransformasi ke platfrom digital. 

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki berharap ekosistem usaha di sektor UMKM ke depan semakin baik.

Untuk mewujudkan itu, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mendorong pelaku UMKM bertransformasi ke digital untuk memperkuat daya saing.

“Pelaku UMKM harus bertranformasi ke digital agar mereka semakin punya daya tahan dalam menghadapi krisis,” ujar Teten, pada diskusi online tentang kebangkitan UMKM di Jakarta yang diikuti Cendana News, Selasa (25/4/2021).

Menurutnya, platform online sangat dibutuhkan para pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan, efisiensi biaya, dan bersaing dengan produk asing.

Ini terbukti jelas dia, data World Bank tahun 2021 mencatat 80 persen UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan lebih baik dalam menghadapi tantangan pandemi Covid-19.

Sehingga tak dipungkiri bahwa pandemi telah mempercepat akselerasi transformasi digital dalam berbagai sektor, termasuk UMKM.

“Tercatat di tengah pandemi, ada tambahan 4 juta UMKM atau total 12,1 juta UMKM yang sudah terhubung dengan ekosistem digital atau 19 persen total populasi UMKM,” ungkap Teten.

Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Ikhsan Ingratubun mengatakan,  penjualan secara digital pada saat ini memang harus dijalankan pelaku UMKM dalam menjangkau konsumen.

Dari 64 juta unit usaha UMKM, yang telah memasarkan produknya secara digital tercatat sekitar 15-16 juta.

Namun dia optimis angka tersebut akan bertambah. Karena memang menurutnya, kondisi pandemi ini mengharuskan pelaku UMKM bergabung dalam digital.

“Saat ini, UMKM yang terhubung digital itu 15-16 juta. Angka ini akan bertambah banyak. Kalau tidak ada marketplace digital, usaha kami bisa hancur, nggak bisa jualan produk,” tukas Ikhsan, pada acara yang sama.

Adapun kendala pelaku UMKM bergabung ke pemasaran secara digital yakni kata dia, persoalan usia dan proses yang bertambah ketika menjual kepada konsumen.

“Pemasaran digital itu nambah proses, lebih repot dibanding jualan konvensional. Nah, kalau usia 45 tahun ke atas, juga kadang sudah males masuk dunia digital, karena prosesnya,” pungkasnya.

Lihat juga...