Permintaan Meningkat Jelang Lebaran, Harga Bunga Potong Melonjak Naik

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H, permintaan bunga potong untuk menghias rumah kembali meningkat. Imbasnya, harga jualnya pun naik hingga 3-5 kali lipatnya.

Contohnya bunga sedap malam, yang menjadi favorit masyarakat, sebagai penghias rumah pada saat lebaran. Harganya melonjak hingga lima kali lipatnya, dibanding hari-hari biasa. Demikian juga dengan bunga krisan, mawar, hingga anthurium.

“Hari-hari biasanya saya jual Rp3 ribu per tangkai, itu bunganya besar-besar. Sekarang ini, saya jual Rp15 ribu per tangkai. Memang naik, karena saya dapatnya juga mahal. Satu tangkup isinya 100 tangkai, saya beli Rp1,25 juta. Jadi cuma ambil untung Rp2.500 per tangkai,” papar Asih, pedagang bunga potong di Pasar Jatingaleh Semarang, saat ditemui Rabu (12/5/2021).

Namun meski harganya naik berlipat, hingga H-1 Lebaran, hampir semua barang dagangannya tersebut hampir habis dibeli konsumen. “Ini hanya tertinggal beberapa tangkai saja. Ya rezeki Lebaran, soalnya harganya memang naik dari petaninya,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Zubaidah. Dirinya juga mencoba meraup untung dengan berjualan bunga potong, jelang Lebaran 2021.

“Saya baru jualan bunga potong di pasar Jatingaleh ini dari kemarin (Selasa-red), memang hanya dua hari ini, jualannya. Biasanya jualan di Pasar Bandungan, Kabupaten Semarang, namun karena sekarang mau Lebaran, permintaan bunga potong pasti ramai, jadi coba-coba jualan di Kota Semarang,” terangnya.

Dirinya mengakui dibanding tahun lalu, pada lebaran kali ini, penjualan bunga potong lebih meningkat. “Saya bawa bunga potong, masing-masing 100 ikat, untuk krisan, mawar, sama anthurium. Sementara bunga sedap malam juga 100 tangkai. Ini sudah tinggal sedikit, mudah-mudahan hari ini habis semua, soalnya hari ini terakhir,” tambahnya.

Zubaidah menunjukkan bunga potong jenis anthurium yang dijualnya, saat ditemui di Pasar Jatingaleh Semarang, Rabu (12/5/2021). Foto Arixc Ardana

Sementara salah seorang pembeli, Mulyadi, mengaku setiap menjelang Lebaran, dirinya selalu membeli bunga potong untuk hiasan rumah. Meski harga naik berlipat, namun pria paruh baya tersebut tidak ragu untuk merogoh kantong, membeli bunga yang diinginkan.

“Tujuan beli, ya agar rumah terlihat lebih cantik, ada bunga-bunga ditaruh meja tamu. Biar sedap dipandang mata, apalagi kan suasananya Lebaran. Kalau harga mahal ya, resiko. Semua pasti naik kalau Lebaran, tidak apa-apa hanya setahun sekali saja kok,” terangnya.

Diakuinya, meski kondisi sekarang berbeda, namun kebiasaan tersebut tidak berubah. ” Kalau dulu kan, banyak saudara, tetangga, teman-teman datang ke rumah silaturahmi langsung, namun karen sekarang masih pandemi, silaturahminya secara virtual, video call, tapi ya tetap ingin rumah kelihatan menarik,” pungkasnya.

Lihat juga...