Perpusdes Swa Pustaka di Kokap Bantu Siswa Belajar Daring

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Perpustakaan Desa (Perpusdes) Swa Pustaka di desa Hargorejo, Kokap, Kulon Progo, turut berkontribusi besar dalam mendukung kegiatan pembelajaran daring bagi siswa-siswi sekolah, maupun mahasiswa di kawasan terpencil yang minim sinyal selama masa pandemi Covid-19. 

Terletak di wilayah perbukitan, Perpusdes Swa Pustaka merupakan salah satu dari sedikit tempat publik yang menyediakan layanan internet gratis di kecamatan Kokap, Kulon Progo. Tak heran, hampir setiap hari, Perpusdes Swa Pustaka ini selalu ramai oleh anak-anak sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA hingga mahasiswa perguruan tinggi.

“Kita menyediakan layanan internet gratis melalui jaringan WiFi Perpusdes. Sehingga anak-anak bisa memanfaatkannya untuk mengikuti pembelajaran online, mengerjakan tugas-tugas sekolah, atau pun mengikuti zoom meeting untuk keperluan kegiatan kuliah,” ujar pengelola Perpusdes Swa Pustaka, Ajru Fajriyah, Kamis (20/5/2021).

Pengelola Perpusdes Swa Pustaka, Ajru Fajriyah. –Foto: Jatmika H Kusmargana

Menurut Ajru, tak sedikit warga masyarakat di kecamatan Kokap, khususnya anak-anak sekolah, hingga saat ini masih kesulitan mendapatkan akses internet memadai. Selain faktor lokasi yang memang jauh dari jaringan internet, keterbatasan sarana serta kemampuan mendapatkan kuota, juga membuat para siswa tak bisa leluasa mengikuti pembelajaran daring.

“Karena itu, pemerintah desa Hargorejo melalui Perpusdes Swa Pustaka berupaya menyediakan layanan internet gratis bagi mereka. Selain bisa memanfaatkan tiga unit perangkat komputer yang ada di Perpus, anak-anak juga bisa mengakses internet gratis menggunakan HP masing-masing, lewat sambungan WiFi,” ungkapnya.

Tak hanya warga yang berada di sekitar desa Hargorejo, manfaat layanan internet gratis Perpusdes Swa Pustaka ini ternyata juga ikut dirasakan oleh sejumlah warga di lain desa. Bahkan, juga oleh warga di luar kecamatan Kokap, yang masih berdekatan dengan Perpusdes Swa Pustaka, seperti kecamatan Temon.

“Ada anak yang rumahnya berjarak sekitar 4 kilometer, juga rutin datang ke perpus ini untuk mengikuti pembelajaran online di sekolah setiap pagi. Karena memang di rumahnya jaringan internet susah. Apalagi, tidak semua dari mereka mampu membeli kuota internet setiap hari. Sehingga walaupun cukup jauh, mereka tetap rela datang ke sini,” katanya.

Lihat juga...