Perpustakaan di Jember Sediakan Spot Foto Tarik Minat Pengunjung

Editor: Koko Triarko

JEMBER – Saat ini menumbuhkan minat baca pada anak atau bahkan mahasiswa, menjadi tantangan tersendiri. Terlebih jika harus pergi ke perpustakaan. Untuk itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jember, melakukan berbagai upaya untuk menarik minat datang ke perpustakaan. Salah satunya dengan membuat spot foto menarik di perpustakaan.

Fatchur Rochman, pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jember,  mengatakan dalam rangka meningkatkan daya tarik pada anak untuk membaca buku, pihaknya sengaja membentuk konsep ruang baca senyaman mungkin. Salah satunya memberikan tempat untuk berswafoto.

“Cara untuk membuat seseorang suka membaca, perlu pendekatan sedini mungkin. Sejak kecil anak perlu dikenalkan dengan buku. Sehingga kelak kalau dirinya sudah dewasa akan lebih tertarik membaca,” ujar Fatchur Rochman, Kamis (20/5/2021).

Rochman menambahkan, membuat desain tempat foto sengaja dilakukan agar memiliki daya tarik, dan membuat tempat ruang baca lebih nyaman.

“Sekarang anak-anak kan suka foto-foto, maka kami mengikuti tren tersebut dengan menyediakan fasilitas tempat foto. Dengan adanya spot foto yang bagus, tentu akan membuat daya tarik untuk datang ke perpustakaan ini,” ucapnya.

Selama pandemi Covid-19, mengharuskan anak didik untuk belajar daring. Sehingga ada perubahan perilaku anak lebih banyak berinteraksi menggunaan gadget-nya. Ini membuat anak cenderung berperilau eksklusif, karena asyik bermain gadget. Sedangkan interaksi dalam proses pembelajaran yang dilakukan terbatas oleh waktu.

“Sejak dilakukan pembelajaran daring, minat baca seseorang mulai turun. Kami meninjau dari jumlah pengunjung ke tempat perpustakaan yang datang ke sini. Maka, perlu upaya bagaiamana seseorang mulai meningkatkan budaya membaca kembali. Setidaknya tempat ruang membaca enak untuk ditempati,” ucapnya.

Dengan memberikan fasilitas khusus sebagai tempat foto, Rochman menyebut, setidaknya spot foto dapat memiliki daya tarik dan secara berlanjut kesukaannya sekadar untuk berfoto akan berpindah untuk memulai membaca.

“Setidaknya sekarang ini membangkitkan minat orang datang ke perpustakaan. Sulitnya itu kan bagaimana orang mau datang ke perpustakaan. Jangankan untuk membaca, kalau sudah malas datang,  makin sulit memicu untuk mulai suka membaca,” tegasnya.

Dera, mahasiswa Universitas Jember, mengatakan untuk meningkatkan budaya membaca, kembali pada dirinya sendiri. Pola pikir akan membentuk dirinya untuk suka membaca atau memilih untuk tidak membaca sama sekali.

“Sebelumnya beberapa kali saya datang ke perpustakaan hanya untuk sekadar mencari bahan buat tugas kampus, kalau sudah ketemu jawaban yang dibutuhkan, saya langsung pulang, tidak ada keinginan untuk mencari bahan refrensi lain sebagai bahan bacaan,” ucapnya.

Namun, Dera mengaku lama-kelamaan mulai sering datang ke perpustakaan. Selain mengerjakan tugas kampus, juga mencari bahan bacaan lain untuk belajar.

“Selama penerapan belajar daring, hampir setiap kali pelaksanaan kuliah online tempatnya di perpustakaan ini. Kalau nanti ada tugas yang diberikan, tinggal mencari bahan-bahan buku yang dibutuhkan, jadi tidak dibebani dengan tugas yang menumpuk. Selama mampu membuat manajemen yang baik, maka tugas yang harus dikerjakan akan ringan,” ucapnya.

Lihat juga...