Pertanian Organik Pilihan Tepat, Menjaga Ekosistem Pertanian

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Penggunaan bahan organik dalam sektor pertanian dinyatakan mampu memberikan dampak yang lebih baik pada hasil pertanian, penjualan maupun ekosistem pertanian. 

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian, Ir. Kemal Mahfud, MM, menyatakan dengan tren yang berkembang sekarang terkait ekosistem yang berkelanjutan maka pertanian pun menuju ke arah sana, yaitu pertanian berkelanjutan.

“Pertanian berkelanjutan atau yang berbasis organik akan memberikan berbagai keuntungan bagi petani. Baik dari segi hasil yang memuaskan, kesuburan tanah yang terjaga hingga harga jual yang tinggi. Targetnya memang pertanian berkelanjutan ini akan memberikan kesejahteraan pada petani dan juga menjaga ekosistem lestari,” kata Kemal dalam pelatihan online Pustaka Kementerian Pertanian, Senin (31/5/2021).

Ia menyatakan para konsumen pun akan lebih memilih produk yang organik atau produk yang menggunakan bahan kimia lebih sedikit.

“Masyarakat sebagai konsumen sudah menentukan pilihan bahwa mereka lebih memilih produk yang lebih sedikit atau tidak ada bahan kimia dalam proses penanaman. Sehingga kami sebagai penyuluh pertanian tentunya akan membantu para petani untuk memenuhi apa yang diinginkan konsumen pertanian,” ucapnya.

Kepala Balai Penelitian Tanah, Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, MSc, dalam pelatihan online Pustaka Kementerian Pertanian, Senin (31/5/2021). -Foto Ranny Supusepa

Hal ini juga ditegaskan oleh Kepala Balai Penelitian Tanah, Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, MSc, yang menyatakan menjaga dan mengembalikan kesuburan tanah secara organik merupakan hal yang sangat penting.

“Karena tanah yang sakit, diberikan apa pun tidak akan bisa jadi. Tapi kalau tanah sudah sehat, maka apa pun yang diberikan bisa jadi. Dan untuk menyehatkan tanah tentunya bahan organik adalah yang terbaik,” kata Ladiyani.

Selain memang bahan organik adalah bahan yang paling baik, alasan lainnya adalah karena bahan organik itu mudah didapat dan harganya murah.

“Bahan organik itu ada di sekitar kita dan harganya juga murah. Tinggal diolah oleh pelaku pertanian saja,” ucapnya.

Untuk melihat kesuburan tanah, Ladiyani menyebutkan ada tiga cara. “Melalui fisiknya, secara kimianya dan secara biologi. Semuanya bisa didapatkan dengan menggunakan bahan organik,” ucapnya lagi.

Menilai kesuburan tanah secara fisik, dapat dilihat dari kondisi tanahnya yang gembur dan gampang diolah serta dapat menahan air.

“Secara kimia baik itu artinya, unsur hara yang dibutuhkan oleh tanah ada dan mampu untuk membantu tanaman mendapatkan makanannya atau mampu mengikat unsur-unsur yang tidak dibutuhkan tanaman. Secara biologi baik artinya tanah tersebut dapat menyumbang sumber pangan untuk tanaman dan memiliki mikroba yang berdampak positif bagi tanaman,” pungkas Ladiyani.

Lihat juga...