Perubahan Iklim, Petani Situbondo Mulai Alami Kesulitan Air

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SITUBONDO — Perubahan iklim kini semakin dirasakan oleh petani di Kecamatan Panarukan, Situbondo. Hampir seluruh lahan pertanian mulai alami kekurangan air.

Didik Sutrisno, saat ditemui oleh Cendana News, Rabu (12/5/21).- Foto Iwan Feri

Petani padi di Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Didik Sutrisno mengatakan, satu bulan terakhir, sawah miliknya sudah minim mendapatkan pasokan air.

“Minimnya pasokan air yang ada dikarenakan musim kemarau yang sudah terjadi. Akibatnya sumber air semakin minim,” ujarnya kepada Cendana News, Rabu(12/5/21).

Sebelumnya, hampir seluruh wilayah Kabupaten Situbondo mengalami musim hujan selama tujuh bulan lebih. Namun setelah memasuki musim kemarau satu bulan terakhir, air sudah minim.

“Biasanya, saat musim hujan yang terjadi cukup lama, kebutuhan air sangat tercukupi. Sedangkan akhir-akhir ini, kebutuhan air sudah sangat minim untuk didapatkan, sedangkan musim kemarau baru berjalan selama satu bulan,” ujarnya

Kebutuhan pasokan air sangat minim dirasakan hanya terjadi baru-baru saja. Selain itu musim kemarau kali ini, Didik mengatakan panas dari terik matahari yang dirasakan semakin panas. Hal itu ia ketahui karena berdampak pada lahan sawahnya yang cepat terlihat mengering setelah beberapa kali diberi air.

“Biasanya satu petak tanah saat diberi air memerlukan waktu 4 jam. Sedangkan saat ini baru bisa dirasa cukup setelah diairi sekitar enam jam lamanya,” sebutnya.

Didik menambahkan, lahan sawah miliknya seusai diberi air yang cukup, mampu bertahan empat sampai lima hari, sedangkan sekarang maksimal empat hari, tanah sawah sudah mulai mengering.

Mantre (petugas untuk bagian kebutuhan air sawah) Sa’ap Riyadi mengatakan, pasokan air untuk kebutuhan pertanian sudah mulai berkurang sejak 1 bulan yang lalu. Banyak sumber air yang sudah mulai berkurang.

“Untuk mencukupi kebutuhan hari. tiga hari sekali untuk saluran irigasi air dipindah-pindah agar lahan persawahan bisa mendapatkan pasokan air. Biasanya dua hari sekali sudah cukup untuk pasokan air, sekarang harus tiga hari. Itupun air yang tertampung belum maksimal, karena aliran sungainya sudah kecil,” ucapnya.

Lihat juga...