Lebaran CDN

Petani di Jember Keluhkan Dampak Hama Wereng

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER  – Pemilik lahan sawah pertanian di Jember setelah melewati masa panen, memilih tidak segera melakukan penanaman padi kembali, akibat serangan hama wereng.

Tosan, salah satu petani terdampak hama wereng mengatakan, dampak hama wereng saat ini terjadi lebih intensif, sehingga tanaman padi miliknya mengalami penurunan hasil yang tinggi.

“Bila dibandingkan hasil panen periode sebelumnya, hasil padi yang didapatkan sebanyak 7,5 ton. Sedangkan pekan ini, produksi padi saat panen hanya sekitar 5,9 ton,” ujar Tosan kepada Cendana News di wilayah Desa Darungan Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jember,  Senin (3/5/2021).

Tosan menambahkan, akibat penurunan produksi padi saat masa panen tiba, tentu saja kualitas yang didapat juga tidak dapat maksimal.

“Kendala besar petani saat ini karena hama wereng. Upaya sudah dilakukan untuk pengobatan agar tanaman padi mampu menghasilkan produksi yang maksimal. Bahkan sudah dilakukan terus menerus,” ucapnya.

Sejauh ini, berbagai macam jenis penyakit yang terjadi pada tanaman padi, dapat dicegah dengan cara melakukan upaya pengobatan berdasarkan jenis penyakitnya. Namun berbeda dengan serangan hama wereng yang sulit diobati, sehingga berdampak pada hasil produksi saat panen tiba.

“Menjaga produksi padi agar tetap menghasilkan saat terdampak wereng, hampir setiap minggu dicegah dengan melakukan pengobatan. Upaya ini dilakukan, supaya tidak berdampak terhadap tanaman padi yang lain. Walaupun dampak dari cara pengobatan yang dilakukan terus menerus menurunkan kadar unsur hara terhadap tanah, akibat bahan kimia,” ungkapnya.

Setelah masa panen tiba, petani memilih untuk tidak melakukan penanaman kembali. Tosan menyebutkan, butuh waktu sekitar hampir satu bulan agar lahan sawah miliknya bisa dilakukan penanaman kembali.

“Saya khawatir setelah panen kemudian langsung melakukan tanam padi kembali, menyebabkan gagal panen yang semakin besar. Karena masa tanam sebelumnya, penggunaan obat-obatan terlalu sering untuk mengobati serangan hama wereng. Salah satu antisipasi yakni tanah sawah cukup diisi air dan dibiarkan beberapa waktu,” ucapnya.

Terpisah, Darsono menyatakan, dampak intensitas hama wereng yang terjadi kali ini, hampir merata pada semua petani yang melakukan penanaman padi.

Darsono, Ketua Kelompok Tani Makmur, saat ditemui Cendana News di Desa Arjasa, Kecamatan Bangsalsari, Jember, Jawa Timur, Senin (3/5/2021).- Foto: Iwan Feri Yanto

“Jika secara serentak petani melakukan penanaman padi maka memiliki dampak besar sebenarnya. Baiknya untuk mencegah serangan hama wereng, setiap petani mengombinasikan dengan cara melakukan penanaman jagung,” ucapnya.

Menurut Darsono, salah satu cara mencegah masifnya hama wereng terhadap padi dengan merekayasa tanaman produksi lain. Karena hal tersebut lebih efektif mencegah rusaknya tanaman padi akibat hama wereng.

Lihat juga...