Petani Lakukan Berbagai Langkah Minimalisir Hama Tupai Pada Kelapa

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Sejumlah petani di Lampung Selatan lakukan berbagai langkah antisipasi, minimalisir hama tupai pada kelapa. Jenis hama cukup beragam, berupa kepik atau kumbang penggerek buah, tikus pohon dan tupai.

Herianto, petani kelapa di Desa Tanjungsari, Kecamatan Palas menyebutkan, populasi tupai meningkat imbas jenis pakan di alam berkurang. Hama dengan nama ilmiah Scandentia menyerang buah kelapa muda. Imbasnya buah busuk, rontok dalam satu janjang.

“Hama tupai kerap menyerang kala pagi dan sore. Buah kelapa berlubang dipastikan rontok dan berdampak pada kerugian bagi petani,” ungkap Herianto saat ditemui Cendana News, Senin (25/5/2021).

Herianto bilang solusi konvensional yang dilakukan petani dengan mendatangi kebun pada pagi hari. Kehadiran petani dengan membawa kentongan menimbulkan bunyi bunyian bisa mengusir hama tupai.

Metode plat seng sebut Herianto sebutnya masih belum efektif. Pasalnya sistem penanaman pohon kelapa dengan jenis pohon lain menyebabkan hama tupai bisa melompat.

“Umpan kelapa yang telah dilubangi lalu ditaburi pestisida jadi cara lain mengurangi hama tupai,” ulasnya.

Metoda yang kerap dipakai petani kelapa meminimalisir hama tupai dengan senapan angin. Meningkatnya populasi hama tupai mengakibatkan petani membentuk kelompok penembak jitu.

Jenis kelapa hijau diserang hama tikus pohon dan tupai berimbas pembusukan dan kerontokan buah milik petani Desa Tanjungsari, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Senin (24/5/2021). Foto: Henk Widi

Barjuni, petani yang memiliki jenis senapan angin tenaga pompa menyebut kerap bersama lima rekannya berburu tupai. Kegiatan berburu rutin dilakukan agar buah kelapa yang dimiliki petani terhindar dari kerusakan. Meski telah melakukan perburuan, hama tupai sebutnya terus mengalami peningkatan populasi.

“Kerugian imbas hama tupai disebabkan populasinya yang meningkat, padahal jika populasi terbatas tidak akibatkan kerusakan pada buah kelapa,”ulasnya.

Satu pohon kelapa sebut Barjuni bisa menghasilkan puluhan butir setiap panen. Ia bisa menjual rata rata Rp50.000 per pohon dari buah kelapa muda yang dipanen.

Antisipasi hama tupai, sebagian petani melakukan metode alami. Suwarna, petani di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan mengaku memakai penjarangan pohon. Penjarangan dilakukan dengan pengaturan jarak tanam antar pohon. Selain dengan pohon kelapa, jarak dengan tanaman lain dijarangkan.

Pemilihan jenis kelapa yang pendek, berkulit keras jadi langkah hindari hama tupai. Kelapa gading yang pendek setinggi orang dewasa membuat tupai enggan mendekat. Pengurangan populasi hama tupai sebutnya seiring dengan hama jenis lain pada kelapa. Tanpa penanganan yang maksimal kerugian petani secara ekonomis menyebabkan petani tidak bisa menikmati hasil panen.

Lihat juga...