Petani Purbalingga Percepat Pertumbuhan Tanaman dengan Bambu Ijo

Editor: Makmun Hidayat

PURBALINGGA — Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga mengajak para petani untuk mempercepat pertumbuhan tanaman dengan menggunakan pupuk cair organik bambu ijo. Pupuk tersebut terbukti mampu mempercepat pertumbuhan tanaman sepanjang penggunaannya tepat dan dosisnya sesuai.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Padamara, Sunardi mengatakan, bambu ijo merupakan pupuk cair organik yang cocok untuk semua jenis tanaman. Mulai dari sayuran seperti tomat, cabai, pakcoy, semangka, melon, bawang, jagung dan lainnya, hingga tanaman keras seperti kelapa, pohon jeruk, kopi, pohon teh, tembakau serta tanaman hias.

“Pupuk bambu ijo ini bisa dipakai untuk mempercepat pertumbuhan semua jenis tanaman dan penggunaannya juga cukup mudah, karena itu kita dorong petani untuk menggunakan bambu ijo, supaya mereka lebih cepat panen,” katanya, Senin (31/5/2021).

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Padamara, Sunardi di kebun, Senin (31/5/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Sunardi menjelaskan, bambu ijo merupakan pupuk organik yang komposisinya terdiri dari NPK (Nitrogen, Phosphat, Kalium), senyawa organik, unsur mikro seperti CO2, Fe, Zn dan sejenisnya. Untuk cara pemakaiannya, 1 mili liter bambu ijo dilarutkan dalam 8 liter air atau satu ampul bambu ijo yaitu 12 mili liter dilarutkan dalam 100 liter air. Campuran tersebut cukup untuk menyemprot tanaman seluas 2.000 meter persegi.

Terkait waktu penyemprotan, Sunardi menyatakan, sebaiknya dilakukan pada siang hari pukul 11.00 WIB. Sebab pada saat tanaman berusia 1 sampai dengan 3 hari, pertumbuhan hormon tanaman terjadi pada pukul 11.00 WIB siang tersebut.

Namun, lanjutnya, penggunaan bambu ijo harus sesuai dengan dosis, jika berlebihan maka justru akan membuat daun tanaman berwarna kekuningan dan gugur.

Salah satu petani yang sudah mempraktikkan penyemprotan bambu ijo pada tanamannya, Sardi mengatakan, pertumbuhan daun tanaman terbukti lebih cepat. Sardi menanam tanaman pokcay dan caisim, setelah diberikan bambu ijo, pertumbuhan tanaman lebih cepat dan daun hijau tumbuh dengan cepat pula.

“Jadi bambu ijo ini memberikan nutrisi kepada tanaman melalui daun, sehingga tanaman lebih cepat menyerapnya dan pertumbuhannya juga menjadi lebih cepat, karena nutrisi tanaman terpenuhi,” tuturnya.

Penggunaan pupuk bambu ijo ini dilakukan beberapa kali, saat masa pertumbuhan tanaman di awal tanam. Memasuki usia 30 hari, tanaman pokcay dan caisim milik Sardi, terlihat lebih rimbun daunnya. Biasanya, untuk tanaman pokcay, kata Sardi, baru bisa dipanen setelah usia di atas 3 bulan. Namun, melihat perkembangan tanaman pokcaynya sekarang, ia memperkirakan pada usia 2 bulan sudah bisa dipanen.

Lihat juga...