PGRI Jateng Harap Persoalan PPDB 2020 tak Terulang Kembali

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah berharap persoalan yang terjadi pada tahapan pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK Tahun Ajaran 2020/2021 di Jateng, tidak terulang kembali pada PPDB TA 2021/2022.

Tahun lalu, persoalan muncul mulai dari piagam kejuaraan palsu, zonasi, kartu keluarga (KK) hingga surat keterangan domisili (SKD). Hal terakhir yang disebutkan, menjadi yang paling mencolok. Tercatat, dari 13.834 calon siswa yang menggunakan SKD, ada 1.007 calon siswa yang mencabut berkas SKD mereka, karena terindikasi asli tapi palsu.

“Kita berharap, pemerintah dalam hal ini Pemprov Jateng melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, bisa mengantisipasi, agar persoalan serupa yang terjadi pada tahun lalu tidak terjadi kembali. Ini menjadi upaya kita bersama, agar pelaksanaan PPDB dapat berjalan secara akuntabel, transparan dan jujur,” papar Ketua PGRI Jateng, Dr Muhdi SH MHum, saat dihubungi di Semarang, Kamis (20/5/2021).

Termasuk dengan memperketat pengawasan dalam proses verifikasi dan validasi berkas pendaftaran, sehingga persoalan yang terjadi tahun lalu tidak terulang.

“Termasuk kami juga mengimbau kepada para orang tua wali murid, agar berintegritas serta jujur dalam mengikuti proses pendaftaran sekolah. Berikan data yang benar saat mendaftar sekolah, karena kalau masuknya saja dengan cara tidak benar, tentu tidak bagus juga untuk anak,” terangnya.

Persoalan integritas ini menjadi perhatian pihaknya, sebab sudah beberapa kali terjadi. “Dulu pada PPDB 2018/2019, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) menjadi persoalan, sampai ada satu sekolah yang seluruh siswa baru menggunakan SKTM agar bisa diterima. Lalu 2020/2021 ada persoalan SKD aspal sebagai pengganti KK, agar bisa masuk dalam zonasi. Tujuannya juga agar bisa diterima di sekolah tujuan. Ini yang harus menjadi perhatian kita,” tandasnya.

Sementara, Plt Kepala Disdikbud Jateng Hari Wuljanto, memaparkan pelaksanaan PPDB jenjang SMA/SMK TA 2021/2021 di Jateng, akan dimulai pada 21 Juni 2021 mendatang. sedangkan, untuk pendaftaran PPDB inklusi atau anak berkebutuhan khusus (ABK) dan Kelas Khusus Olahraga (KKO), sudah dibuka 20- 24 Mei 2021.

“Saat ini masih dalam kondisi keprihatinan sebagai akibat adanya pandemi Covid-I9, sehingga penyelenggaraan PPDB, dilakukan penyesuaian sebagai bentuk menempatkan kesehatan dan keselamatan sebagai prioritas, tanpa mengurangi prinsip-prinsip penyelenggaraan PPDB yang transparan, obyektif, akuntabel, tidak diskriminasi, dan berkeadilan,” terangnya.

Nantinya, Calon Peserta Didik (CPD) melakukan pendaftaran PPDB secara online di laman ppdb.jatengprov.go.id. Melalui laman tersebut, juga disampaikan informasi lengkap mengenai jadwal hingga alur pendaftarannya.

“Sementara terkait persoalan yang sudah-sudah termasuk dengan adanya SKD aspal dan lainnya, kita pastikan pelaksanaan verifikasi data dilakukan secara bersungguh-sungguh, sehingga jangan sampai lolos,” terangnya.

Tidak hanya itu, perkembangan proses pendaftaran juga disampaikan secara online, sehingga masyarakat juga bisa ikut memantau. “Jika ada yang mencurigakan, bisa disampaikan kepada kita untuk ditindak lanjuti,” jelasnya.

Secara lengkap alur pendaftaran PPDB SMA/SMK TA 2021/2022 di Jateng, akan dimulai dengan penetapan zonasi pada 21 Mei 2021, publikasi PPDB 21 Mei-16 Juni 2021, verifikasi berkas pendaftaran dan penerimaan token 14 Juni-19 Juni 2021, pendaftaran 21 Juni 2021 mulai pukul 07.00 WIB-23.59 WIB (setiap hari dalam masa pendaftaran) dan ditutup 24 Juni 2021 pukul 16.00 WIB.

Selanjutnya, evaluasi, pemeringkatan, dan penyaluran tanggal 25 Juni-26 Juni 202l, pengumuman hasil seleksi tanggal 26 Juni 2021 selambatnya pukul 23.55 WIB, daftar ulang tanggal 28 Juni – 2 Juli 2021, awal tahun ajaran baru 2021/2022 tanggal 12 Juli 2021.

Lihat juga...