PLN Diminta Atasi Keluhan Pemadaman Listrik di Jayawijaya

WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua minta pihak PT. PLN (persero) Wamena mengatasi pemadaman listrik yang masih terus menerus.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Jayawijaya Tinggal Wusono di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Jumat, mengakui memang ada keluhan masyarakat kepada pemerintah terkait pemadaman listrik yang masih terjadi itu.

“Saya berharap juga karena listrik ini menjadi bagian dari pelayanan dasar, teman-teman PLN bisa melihat ini dan bisa mengantisipasi secara secara keseluruhan terkait dengan apa yang menjadi keluhan masyarakat,” katanya.

Ia mengharapkan pihak PLN melakukan pemetaan terkait jalur-jalur yang hendak dipadamkan sehingga masyarakat bisa mengantisipasi pemadaman tersebut dengan menyiapkan penerang cadangan.

“Tentunya dipetakan terkait dengan jalur-jalur yang mengalami pemadaman sehingga keluhan masyarakat itu tidak terus menerus,” katanya.

Pemadaman listrik bergilir itu terjadi di hampir seluruh pusat ibu kota kabupaten dan daerah pinggiran sejak 9 Mei hingga saat ini, sebab sejumlah mesin pembangkit mereka terendam air yang meluap dari Kali Welesi.

“Kami pemerintah daerah meminta kepada pihak PLN bagaimana secepatnya infrastrukur yang kemarin mengalami gangguan akibat banjir segera dituntaskan,” katanya.

Manajer PLN Wamena, Robert J Mofu, mengatakan, pemadaman bergilir yang terjadi kali ini tidak seperti pemadaman bergilir yang pernah dilakukan. Hal itu diakibatkan karena kedua sistem pembangkit belum bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat.

“Pelanggan inginkan bahwa kalau saya padam malam ini, seharusnya besok malam menyala, pagi lagi baru padam, tetapi ini agak sulit kita lakukan,” katanya.

Selama ini PLN menggunakan tenaga air untuk membangkitkan daya sekitar 2,7 mega watt namun mesin pembangkit yang berada di Welesi itu terendam sehingga daya 2,7 mega watt itu harus dibangkitkan dengan mesin pembangkit berbahan bakar BBM.

“Sementara stok BBM kita terbatas. Kita droping BBM menggunakan Trigana, namun maskapai itu tidak hanya melayani PLN melainkan seluruh kebutuhan di Wamena sehingga agak terhambat,” katanya.

Untuk menormalkan pemadaman listrik yang masih terjadi dengan pembangkit BBM, PLN Wamena membutuhkan suplai BBM 40 Kl setiap hari dari Jayapura ke Wamena.

PLN memprediksikan jika Trigana menyuplai 40 kl pada hari ini (Jumat) maka pada malam harinya listrik di pusat kota sudah stabil hingga besok (Sabtu).

“Kalaupun padam, tidak akan sebesar ini. Kalau padam paling sebesar 500 kw, itu pun hitungan kita padam pada saat beban puncak yang sekitar jam 5 sampai jam 9 lalu sudah normal lagi,” katanya.

Pihak PLN masih terus berupaya agar pemadaman yang meresahkan masyarakat bisa segera diatasi.

“Kalau hitungan kita, dengan Trigana siap suplai 40 kl (per hari), hitungan kita stok tadi pagi kemudian besok, saya yakin hari Senin sudah normal 90 persen,” katanya. (Ant)

Lihat juga...