Pokmaswas Jalur Gaza di Solor Kembali Tetaskan Telur Penyu

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LARANTUKA — Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Jalan Lurus Gagah Perkasa (Jalur Gaza) di Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali melakukan penetasan telur penyu.

Ketua Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Jalur Gaza,Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, NTT saat ditemui di rumahnya di desa tersebut, Minggu (9/5/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Kami kembali melakukan pembenaman telur penyu di lokasi penetasan milik Pokmaswas Jalur Gaza,” kata Wilhelmus Wokadewa Melur, saat dihubungi Cendana News, Rabu (12/5/2021).

Mus sapaannya menjelaskan,s elama tahun 2021 ini banyak sekali ditemukan sarang telur penyu di pesisir pantai selatan Pulau Solor di Desa Sulengwaseng oleh dirinya bersama isteri dan anggota Pokmaswas.

Ia katakan, pada hari Minggu (9/5/2021) pihaknya kembali melakukan pembenaman telur penyu sebanyak 130 butir yang baru ditemukan pagi harinya di pesisir pantai.

“Bila ditotal sudah 13 sarang dengan jumlah telur penyu yang dibenamkan ke dalam lubang di lokasi penetasan sebanyak 1.453 butir. Kebanyakan jenis penyu hijau,” ungkapnya.

Mus menambahkan, pihaknya kembali beruntung karena pada hari Senin (10/5/2021) kembali ditemukan lagi sebuah sarang dengan jumlah telur penyu sebanyak 101 butir.

Dengan begitu sebutnya, sudah sebanyak telur penyu dibenamkan atau ditetaskan berjumlah 1.554 butir dan merupakan jumlah yang terbanyak sejak dilakukan kegiatan konservasi penyu di tahun 2018 lalu.

“Untuk 2021 sudah terjadi 3 kali telur penyu menetas dan kami sudah melepas tukiknya ke laut. Tanggal 31 Maret dilepas sebanyak 85 ekor tukik, 2 April dan 4 April masing-masing dilepas sebanyak 78 ekor tukik,” terangnya.

Mus mengaku bersyukur dengan banyaknya telur penyu yang ditetaskan, dimana ini dipengaruhi oleh banyaknya sarang dari telur penyu yang ditemukan oleh anggota Pokmaswas Jalur Gaza.

Sementara itu, Kepala Kantor Yayasan Misool Baseftin Flores Timur, Maria Yosefa Ojan mengaku senang dengan semakin banyaknya sarang telur penyu yang ditemukan oleh Pokmaswas Jalur Gaza.

Evi sapaannya mengatakan, telur-telur penyu tersebut dari sarangnya diamankan dengan dibawa ke tempat penetasan dan dibenamkan lagi ke dalam pasir agar bisa menetas menjadi tukik.

“Sarang-sarang telur penyu yang ditemukan memang harus diamankan dengan cara mengambil telur penyu tersebut untuk ditetaskan di lokasi penangkaran. Apabila telur penyu tidak diambil, maka ditakutkan telurnya akan dimangsa predator serta diambil manusia,” ungkapnya.

Lihat juga...