Pokmaswas Jalur Gaza Kembali Tetaskan Telur Penyu

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LARANTUKA – Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Jalan Lurus Gagah Perkasa atau disingkat Jalur Gaza di Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali membenamkan telur penyu.

“Iya kami lakukan pembenaman telur penyu lagi tanggal 2 Mei lalu,” kata Ketua Pokmaswas Jalur Gaza, Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, NTT, Wilhelmus Wokadewa Melur saat dihubungi, Rabu (5/5/2021).

Ketua Pokmaswas Jalur Gaza, Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, NTT, Wilhelmus Wokadewa Melur saat ditemui di lokasi penangkaran penyu di Pantai Sulengwaseng, Rabu (21/4/2021). Foto: Ebed de Rosary

Mus sapannya menjelaskan, tanggal 2 Mei 2021 lalu ada pembenaman telur penyu sebanyak 85 telur dan sebelumnya tanggal 29 April 2021 ada pembenaman telur sebanyak 151 telur.

Ia katakan, semua telur yang sudah dibenamkan di penangkaran milik Pokmaswas Jalur Gaza di pesisir pantai Desa Sulengwaseng sudah sebanyak 10 sarang hingga tanggal 2 Mei 2021 lalu.

“Jumlah telur dari 10 sarang tersebut sudah sebanyak 1.131 telur. Yang sudah menetas 3 sarang dengan jumlah tukik dari 3 sarang yang sudah dilepas sebanyak 241 ekor,” ungkapnya.

Mus berharap dari 7 sarang yang tersisa bisa menetaskan banyak tukik sehingga semakin banyak tukik yang dilepas ke laut agar bisa membantu dalam pengembangbiakan penyu.

Dirinya pun berharap agar tukik-tukik yang dilepaskan bisa berkembangbiak dan menjadi penyu dewasa sehingga jumlah populasi penyu semakin bertambah dan tidak mengalami kepunahan.

“Kita berharap agar apa yang kami buat dengan mengamankan telur penyu dan menetaskannya serta melepasnya ke laut bisa membuat populasi penyu di laut semakin meningkat,” harapnya.

Sementara itu, Evi Ojan, Kepala Kantor Yayasan Misool Baseftin Flores Timur yang biasa mendampingi Pokmaswas memberi apresiasi atas langkah yang dilakukan Pokmaswas jalur Gaza di Desa Sulengwaseng.

Evi menyebutkan, Pokmaswas ini sangat aktif terlebih ketua kelompoknya bersama sang istri yang hampir setiap malam saat musim penyu bertelur selalu mencari sarang telur penyu.

“Apa yang dilakukan sangat membantu sekali dalam menyelamatkan penyu dari kepunahan. Kita perlu orang-orang seperti mereka yang bekerja tanpa pamrih dan mengharapkan imbalan,” ucapnya.

Lihat juga...