Polisi-Dosen di Jember Kolaborasi Manfaatkan Lahan untuk Taman Edukasi

Editor: Makmun Hidayat

JEMBER — Lahan tanah seluas 300 meter persegi yang tidak produktif, kini dimanfaatkan sebagai taman edukasi tanaman holtikultura berbasis sistem android. 

Dosen Universitas Jember, Didik Suharijadi mengatakan, dirinya dengan stakholder terkait yakni Polres Jember sengaja merancang konsep taman tersebut, agar yang tidak produktif dapat dimanfaatkan oleh lingkungan warga sekitar.

“Lahan ini setidaknya dapat dimanfaatkan oleh kalangan Bhayangkari terlebih dahulu yang dapat digunakan untuk menanam kebutuhan sehari-hari seperti cabe, terong dan kebutuhan sayuran lainnya. Tidak menjadi halangan walaupun aktivitas kesibukan yang padat untuk melakukan perawatan, karena sudah dikombinasikan dengan perawatan sistem android,” ujar Didik Suharijadi kepada wartawan, di Satlantas Polres Jember, Kamis (20/5/2021).

Didik menambahkan, penggunaan sistem android untuk memudahkan proses perawatan. Cukup dengan smartphone dapat memerintahkan untuk melakukan aktivitas penyiraman, pemupukan dan menghidupkan lampu.

“Harapannya penerapan konsep teknologi dapat memiliki daya tarik bagi seluruh masyarakat dan sebagai wahana edukasi, sehingga masyarakat nantinya juga dapat memanfaatkan lahan yang sudah tidak produktif dengan menggunakan cara ini kemudian dipadukan oleh sistem android yang mempermudah seseorang untuk melakukan perawatan tanaman miliknya,” ucapnya.

Didik mengatakan, pihaknya telah menggandeng beberapa lembaga sekolah di Jember untuk melihat langsung bagaimana sistem taman holtikultura yang ada sebagai taman edukasi.

“Beberapa sekolah sudah kami agendakan untuk melakukan kunjungan ke tempat ini. Besok ada dari SD Lor Kember 1 dan SDN Karangrejo 2, datang melihat taman holtikultuta dan proses perawatannya. Mengajak anak SD terutamanya memberikan pengaruh bagaimana mengenalkan lingkungan kepada mereka dan teknologi, agar mereka terangsang untuk berinovasi sejak dini,” ungkapnya.

Kapolres Jember, AKBP Arif Rachman Arifin, SIK., MH mengatakan, pihaknya memberikan dukungan atas karya inovasi yang telah dilakukan. Sehingga kedepannya dapat dikembangkan lebih lanjut lagi.

“Kami mendorong supaya masyarakat lebih aktif lagi memanfaatkan lahan dengan berbagai inovasi dan kreativitas yang dilakukannya. Sengaja lahan ini dibuka untuk umum guna meningkatkan daya tarik masyarakat supaya lebih kreatif lagi,” ujarnya.

Arif mengatakan, pihaknya telah menghubungi dosen pertanian di Unej untuk bekerja sama memanfaatkan lahan kosong milik kepolisian, yang nantinya bisa dijadikan tempat praktikum untuk mahasiswa terkait.

” Pemanfaatan lahan kosong yang nantinya dapat dijadikan taman edukasi, praktikum bagi mahasiswa  semata-mata demi kepentingan masyarakat dan juga sebagai upaya menjadi bagian dari Tridharma perguruan tinggi yakni pengabdian terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Lihat juga...