Produk Mebel dari Kayu Limbah Palet Peti Kemas Ramah Lingkungan

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Limbah kayu bekas palet peti kemas, rupanya dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi produk berkualitas. Hasilnya tidak hanya bagus dan ramah di kantong, namun juga ramah lingkungan.

“Limbah kayu palet peti kemas umumnya menggunakan kayu jati belanda atau jati londo. Kayu ini memiliki tekstur serat kayu yang bagus, ringan namun cukup kuat. Jadi, daripada dibuang dan menjadi sampah, limbah palet ini dapat dikreasikan menjadi produk yang berguna,” papar Muhajir, warga Banyumanik, Semarang, saat ditemui di rumahnya, Rabu (19/5/2021).

Salah satunya dikreasikan untuk membuat rak bunga. “Cara membuatnya pun tidak sulit, bisa dibuat sendiri. Jika belum pernah membuat, bisa melihat caranya di youtube. Ada banyak video cara pembuatannya yang bisa dicontoh,” terangnya.

Dipaparkan, dengan memanfaatkan limbah kayu palet tersebut, ada sejumlah keuntungan yang diperoleh.

Rak tanaman hias menjadi salah satu kreasi pemanfaatan limbah kayu bekas palet. –Foto: Arixc Ardana

“Pertama, kayu bekas tersebut bisa didaur ulang kembali menjadi produk yang dapat dimanfaatkan. Ke dua, harganya juga tidak mahal, jika dibandingkan harus membeli kayu baru. Kelemahannya, karena ini kayu bekas, kondisinya tidak mulus. Terutama ada bekas lubang paku, namun ini bisa diatasi dengan kreativitas kita, misalnya di dempul atau dibiarkan saja menjadi ciri khasnya,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Dimas Rifianto, pemilik usaha Seneng Kayu di kawasan Durian Raya Banyumanik, Semarang, yang mengkhususkan dalam pengolahan limbah kayu palet menjadi aneka produk mebel.

“Meski ini kayu bekas, namun limbah palet ini memiliki serat yang cantik dan artistik, yang bisa membuat tampilan mebel mempunyai nilai tambah dalam segi keunikan dan keindahan. Kita menggunakan limbah kayu palet jati belanda merupakan standar pembuatan palet untuk pengiriman luar negeri,” jelasnya.

Tidak hanya itu, kayu bekas palet bekas pengiriman luar negeri biasanya mempunyai ketahanan yang cukup baik, karena standar kadar kandungan airnya telah lulus uji.

“Jadi meskipun ringan, namun kuat. Selain itu, pastinya lebih ramah lingkungan. Tidak perlu menebang pohon lagi, karena kita memanfaatkan limbah kayu yang sudah terpakai,” terangnya.

Sementara salah seorang pekerja, Widodo, mengaku dalam pemanfaatan kayu limbah kayu tidak jauh berbeda dengan jenis kayu lainnya.

“Untuk menampilkan seratnya, limbah kayu perlu diserut agar halus dan tekstur terlihat. Sebelumnya juga dibersihkan dulu dari paku-paku yang masih menempel,” terangnya.

Nantinya setelah dibuat sesuai keinginan, seperti meja atau kursi, lubang-lubang bekas paku tersebut diberi dempul kayu agar tertutup. “Setelah itu dihaluskan lagi, baru kemudian diplitur agar kayu lebih awet dan serat kayu lebih terlihat,” tandasnya.

Lihat juga...