Program ‘Internet Masuk Desa’ Koperasi Bantar Agung Terhambat Covid-19

Editor: Koko Triarko

Ketua Koperasi Bantar Agung, Heryanto di Majalengka, Selasa (25/5/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

MAJALENGKA – Meskipun kebutuhan internet sudah mendesak dan berbagai persiapan terkait program internet masuk desa sudah selesai dilakukan, namun peluncuran program tersebut belum bisa dilakukan karena terkendala pandemi Covid-19.

Terlebih, usai libur lebaran ini Desa Bantar Agung di Kecamatan Majalengka, Jawa Barat, terpaksa harus memberlakukan lockdown lokal akibat ada warga desa yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga, launching program internet masuk desa dipastikan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat ini.

“Belum ada rencana launching program internet masuk desa dalam waktu dekat ini, selain karena pandemi dan ada warga desa yang positif Covid-19, Desa Bantar Agung juga dalam persiapan akan melaksankaan pilkades,” kata Ketua Koperasi Bantar Agung, Heryanto, Selasa (25/5/2021).

Aher, sapaan Heryanto, mengaku sangat menyayangkan internet masuk desa tidak bisa segera diluncurkan, mengingat berbagai persiapan program internet masuk desa sebenarnya sudah selesai, baik persiapan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM).

“Sebenarnya bisa saja langsung dilaksanakan tanpa launching, karena kita sudah siap, hanya saja pihak desa dan kecamatan menghendaki agar program internet masuk desa ini dijadikan ikon untuk mendukung pencanangan Bantar Agung sebagai desa wisata. Jadi, harus ada launching,” terangnya.

Lebih lanjut Aher menjelaskan, program internet masuk desa sudah siap secara keseluruhan, baik pemasangan jaringan, alat hingga SDM. Rencananya, untuk bulan pertama launching, internet digratiskan bagi seluruh warga desa selama satu bulan penuh. Setelah itu, pihak koperasi akan menjual voucher internet seharga Rp30.000 untuk akses layanan internet per bulan.

Program internet masuk desa ini berawal dari masukan masyarakat serta para tokoh di Desa Bantar Agung, melihat kebutuhan internet semasa pandemi untuk keperluan pembelajaran daring anak-anak sekolah. Sementara akses internet di desa tersebut masih minim. Pihak Koperasi Bantar Agung kemudian mengajukan ke Yayasan Damandiri dan disetujui.

“Jaringan internet di sini masih sangat minim, bahkan untuk jaringan seluler juga masih sedikit yang bisa menjangkau. Sehingga kebutuhan masyarakat akan jaringan internet banyak yang belum terpenuhi, dan Yayasan Damandiri siap memfasilitasinya, hanya saja sekali lagi terkendala pandemi,” tuturnya.

Salah satu warga Desa Bantar Agung, Marta, mengakui kebutuhan internet sangat mendesak di desanya. Sebab, sampai saat ini anak-anak sekolah masih melakukan pembelajaran daring. Ia pun berharap, program internet masuk desa segera direalisasikan.

“Sangat butuh jaringan internet yang bagus dan stabil untuk anak-anak belajar. Terlebih lagi untuk bulan pertama gratis, selanjutnya baru beli voucher internet Rp 30.000 untuk sebulan,” ucapnya.

Lihat juga...