Promosi-Degradasi Tetap Berlaku di Liga Musim 2021-2022

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menyampaikan paparan sebelum rapat koordinasi terkait kompetisi sepak bola Liga 1 2021 di Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora), Jakarta, Rabu (21/4/2021) – Foto Ant

JAKARTA – PSSI memastikan, sistem promosi dan degradasi tetap berlaku pada pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Indonesia musim 2021-2022.

Hal itu sudah menjadi keputusan, yang diambil dalam rapat darurat (emergency meeting) Komite Eksekutif PSSI, yang digelar Selasa (25/5/2021). Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menegaskan, hal itu juga sudah didiskusikan dengan FIFA dan AFC.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut mengklaim sudah meminta Sekjen PSSI, Yunus Nusi, untuk segera mengabarkan soal promosi-degradasi itu kepada seluruh klub peserta Liga 1 dan 2. “Sekjen telah saya perintahkan untuk membalas surat-surat permohonan dari klub-klub Liga 1 dan 2 yang berisi permohonan kompetisi tanpa degradasi, dengan isi surat menjelaskan hasil diskusi ketat Exco PSSI dan konsultasi dengan FIFA dan AFC. Keputusan PSSI ini sudah final,” ujar Iriawan, Rabu (26/5/2021).

PSSI, berencana menggelar Liga 1 2021-2022 mulai awal Juli 2021, antara 3 sampai 7 Juli 2021. Kompetisi akan digelar hingga Maret 2022. Sementara Liga 2, akan bergulir 14 hari setelah Liga 1, dan diproyeksikan berakhir pada Desember 2021. Kepastian berlangsungnya liga masih menunggu terbitnya izin keramaian dari Polri. Asops Kapolri, Irjen Polisi Imam Sugianto menyebut, Polri akan menerbitkan izin keramaian paling lambat akhir Mei 2021.

Presiden Persijap Jepara, Muhammad Iqbal – foto Ant

Sementara itu, Persijap Jepara, Jawa Tengah, menolak wacana Kompetisi Liga 2 musim 2021, diselenggarakan tanpa ada degradasi. “Idealnya dalam sebuah kompetisi sepak bola harus ada promosi dan degradasi, karena selain semua tim memperebutkan tiket promosi harus terdapat juga persaingan antar para tim untuk menghindari degradasi,” kata Presiden Persijap Jepara, Muhammad Iqbal Hidayat, secara terpisah.

Hal itu, untuk menjaga agar level mutu dan kualitas liga nasional dapat terjaga, untuk disajikan kepada para fans maupun penonton. Terkait dengan alasan protokol kesehatan dan masalah keuangan para klub, dianggap tidak bisa dijadikan alasan.

Sebaliknya, hal itu harus menjadi motivasi untuk seluruh insan sepak bola di Tanah Air, untuk menunjukkan kepada dunia international bahwa meskipun di masa pandemi, Indonesia yang akan menjadi tuan rumah FIFA World Cup U-20 di 2023 nanti, tetap dapat menggelar liga nasional secara profesional, aman dan memiliki integritas tinggi.

Menyelenggarakan kompetisi dengan sistem gelembung untuk menghindari kerumunan suporter dan penerapan prokes secara ketat bagi peserta liga, merupakan salah satu solusi jitu untuk permasalahan saat ini. “Apalagi, hal itu sudah diterapkan pada Piala Menpora dan oleh Perbasi dalam menggelar kompetisi basket IBL pada musim 2021 ini,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...