Proyek Penjarangan Mete di Flotim Tunggu Hasil Audit Inspektorat

Editor: Koko Triarko

LARANTUKA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Larantuka, Kabupate Flores Timur,  Nusa Tenggara Timur,  tengah menunggu hasil audit dari Inspektorat Flores Timur terkait proyek penjarangan mete di wilayah tersebut.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Cornelis S. Oematan, mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak  Inspektorat Kabupaten Flores Timur, dan mengikuti proses dan langkahnya sudah sejauh mana.

Ia mengatakan, pihaknya meminta dilakukan audit dan kalau sudah ada temuan, maka ditindaklanjuti dan bila tidak ditindaklanjuti, segera dikembalikan ke pihak Kejaksaan Negeri Larantuka, agar bisa ditindaklanjuti.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT,  Cornelis S. Oematan, saat ditemui di kantornya di Kota Larantuka, Senin (17/5/2021). -Foto: Ebed de Rosary

“Intinya kita memberikan kepada Inspektorat bukan berarti kita lepas tangan, tetapi kita tetap lakukan koordinasi terhadap hasil audit terhadap penjarangan mete ini,” ungkapnya saat ditemui di kantornya di Kota Larantuka, Senin (17/5/2021).

Sementara itu,anggota Koalisi Rakyat Bersatu Flores Timur (KRBF), Bachtiar Lamawuran, menyebutkan, pihaknya mendesak agar Kejari Larantuka segera meminta hasil audit proyek penjarangan mete.

Menurut Bachtiar, proyek penjarangan mete tersebut dilaksanakan tahun 2018 dengan menggunakan dana sebesar Rp6 miliar, yang berada di Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur.

“Kami dari KRBF mendesak agar pihak kejaksaan segera meminta hasil audit dari Inspektorat, karena kasus yang terjadi pada 2018 ini ada dugaan korupsi dalam pengerjaannya,” ungkapnya.

Menurut Bactiar, kasus tersebut pun sudah dilaporkan juga oleh KRBF kepada pijak Kejari Larantuka, dan pihaknya terus memantau perkembangan kasus yang menjadi perhatian publik ini.

Dirinya berharap, agar kejaksaan bisa mendesak pihak Inspektorat agar proses auditnya dipercepat, dan hasilnya segera diserahkan kepada pihak kejaksaan, agar bisa diproses lebih lanjut.

Lihat juga...