Lebaran CDN

Ratusan Kendaraan Pemudik Terjaring Polda Lampung

Ilustrasi kendaraan yang hendak menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan – foto Ant

BANDARLAMPUNG – Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung, berhasil menjaring ratusan kendaraan, yang diduga digunakan untuk mudik ke wilayah Provinsi Lampung maupun ke Pulau Jawa.

“Sejak 30 April sampai dengan 2 Mei, untuk kendaraan yang diperiksa sebanyak 878 unit. Dan kendaraan yang diminta putar balik sebanyak 142 unit kendaraan, ” kata Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Senin (3/5/2021).

Ia menyebut, Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada pelaksanaannya diikuti oleh, Polres Lampung Selatan, gabungan TNI dan Dinas Kesehatan. Mereka melaksanakan pengecekan secara random, kepada masyarakat yang akan menyeberang dari Pulau Sumatera ke Jawa.

Apabila masyarakat yang ingin menyeberang tidak dilengkapi surat keterangan bebas COVID-19, maka akan diminta untuk putar balik. “Untuk yang dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera sudah ada pemeriksaan pada pos pemeriksaan di Pelabuhan Merak oleh Polda Banten,” jelasnya.

Petugas, melaksanakan penyekatan selama 24 jam, dibagi menjadi tiga regu. Dan hingga Senin (3/5/2021), telah melaksanakan rapid test antigen secara random kepada 233 orang. Dan upaya penindakan pelanggaran travel gelap sebanyak 30 unit kendaraan.

Pandra menjelaskan, sejak dikeluarkannya Adendum Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan COVID-19 No. 13 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Polda Lampung sudah mulai melakukan pengetatan wilayah sejak 26 April. Hal itu akan dilakukan sampai dengan 5 Mei mendatang.

Berdasarkan data dari ASDP, per-Jumat (30/4/2021) sampai dengan Sabtu (1/5/2021) terjadi lonjakan penumpang dari Pelabuhan Merak, baik kendaraan roda dua, roda empat dan bus yang menuju Pulau Sumatera. Hal itu mengingat adanya pelarangan mudik pada 6 Mei hingga 17 Mei.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, lonjakan awal ini merupakan pertanda, banyak yang melakukan pergeseran waktu mudik. Hal itu menjadi bahan evaluasi untuk wilayah hukum Polda Lampung, untuk mengantisipasi pergerakan arus balik ke Pulau Jawa. (Ant)

Lihat juga...