RSUD Wongsonegoro Semarang Mulai Terima Pasien dari Kudus

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – RSUD Wongsonegoro Semarang, yang ditunjuk Pemprov Jateng untuk membantu penanganan pasien covid-19 di Kabupaten Kudus, sudah mulai menerima pasien rujukan dari kota kretek tersebut.

“Per hari ini, ada sebanyak sembilan pasien covid-19 dari Kabupaten Kudus, yang dirujuk untuk dirawat di RSUD Wongsonegoro. Jumlahnya meningkat, karena lusa kemarin (Jumat-red) baru ada satu pasien rujukan dari wilayah tersebut,” papar Direktur RSUD Wongsonegoro, Susi Herawati, saat dihubungi di Semarang, Minggu (30/5/2021).

Ditandaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan rumah sakit di Kudus yang menjadi rujukan penanganan covid-19 di wilayah tersebut.

“Harapannya, jika ada pasien rujukan, kita bisa segera tangani, karena umumnya yang dirujuk ke kami dalam kondisi gawat darurat. Termasuk, jika tidak bisa mengantar pasien, RSUD Wongsonegoro siap melakukan penjemputan, kita ada dua armada ambulance yang disiagakan khusus untuk penjemputan pasien covid-19 dari luar kota, terutama dari Kudus,” tandas Susi.

Seperti diberitakan sebelumnya, angka covid-19 di Kabupaten Kudus melonjak cukup tinggi. Berdasarkan data corona.jatengprov.go.id, per Jumat (28/5/2021) pukul 12.00 WIB, mencapai 1.008 kasus yang dirawat atau isolasi.

Bahkan data per Minggu (30/5/2021) pukul 12.00 WIB, angka tersebut bertambah menjadi 1.179 kasus atau tertinggi di Jateng.

“Selain dari Kudus, kita juga menerima pasien rujukan covid-19 dari wilayah sekitar, seperti dari Kabupaten Demak. Saat ini sebanyak 17 pasien covid-19 dari Demak yang dirawat di RSUD Wongsonegoro. Secara total per hari ini, ada 41 pasien covid-19 dari luar kota yang kita tangani,” tambahnya.

Selain dari Kudus dan Demak, ada dua pasien dari Pati, satu dari Bogor, dua dari Brebes, dua dari Jepara, tiga dari Grobogan, satu dari Kendal, satu dari DKI Jakarta, dua dari Sragen dan satu dari Rembang. Sementara, untuk pasien covid-19 dari Kota Semarang ada sebanyak 61 orang.

“Secara umum ketersediaan ruang isolasi dan perawatan (ICU) untuk penanganan covid-19 di RSUD Wongsonegoro masih mencukupi. Saat ini, kita siapkan 123 ruang isolasi biasa dan 38 ruang ICU,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Semarang, Abdul Hakam saat dihubungi juga menjelaskan, bahwa Kota Semarang melalui RSUD Wongsonegoro, menjadi rumah sakit yang ditunjuk untuk membantu penanganan pasien covid-19 dari sekitar wilayah Semarang, termasuk dari Kabupaten Kudus.

“Kita berupaya ikut membantu penanganan covid-19 ini, termasuk dari wilayah sekitar Kota Semarang. Sejauh ini, sudah dilakukan penambahan ruang isolasi dan ICU, dengan mempertimbangkan penambahan jumlah kasus yang ada. Dengan ketersediaan saat ini, kita menilai masih cukup,” terangnya.

Namun jika kasus terus meningkat, dan diperlukan penambahan ruang isolasi atau ICU, pihaknya pun akan berkoordinasi dengan pihak RSUD Wongsonegoro, ataupun rumah sakit lainnya di Kota Semarang yang menjadi rujukan covid-19.

“Saat ini, ketersediaan tempat isolasi rumah sakit di Kota Semarang di bawah angka 1.000-an tempat tidur, turun dari sebelumnya, 1.200 tempat tidur. Sedangkan rumah dinas sebagai tempat isolasi terpusat milik pemkot, ada 170 tempat tidur, dengan tingkat keterisian di bawah 50 persen,” pungkas Hakam.

Lihat juga...